BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang
kedokteran saat ini telah berkembang dengan pesat. Salah satu diantaranya
adalah teknik transplantasi organ manusia. Transplantasi organ manusia
merupakan suatu teknologi medis untuk penggantian organ tubuh pasien yang tidak
berfungsi lagi dengan organ dari manusia lain yang masih berfungsi dengan baik.
Sejak kesuksesan transplantasi ginjal
yang pertama kali pada 23 Desember 1954, maka teknologi medis transplantasi
mengalami perkembangan yang luar biasa. Riset dan pengembangan terus menerus
dilakukan sehingga saat ini sudah ada teknologi yang memungkinkan pengawetan
organ, penemuan obat-obatan anti penolakan yang semakin canggih dan baik
sehingga memungkinkan berbagai organ manusia dapat ditransplantasikan dan donor
tidak melulu berasal dari kalangan keluarga sedarah saja, tapi siapapun bisa
menjadi donor dengan adanya obat-obatan anti penolakan ini. Di Indonesia
sendiri transplantasi pertama berhasil dilakukan pada tahun 1977 di Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo.
Abad ini transplantasi organ telah
menjadi salah satu jalan keluar yang paling berarti dalam dunia kedokteran
modern, banyak nyawa manusia yang tertolong dengan cara transplantasi organ
ini. Didukung dengan semakin majunya ilmu dan teknologi bidang trasnsplantasi
organ manusia maka tingkat keberhasilan dari transplantasi yang dilakukan pun
semakin tinggi. Tingkat kelangsungan hidup dari pasien penerima donor pun saat
ini sangat tinggi, sehingga akibatnya permintaan untuk melakukan transplantasi
maupun akan organ itu sendiripun meningkat secara global diseluruh dunia
termasuk di Indonesi. Akan tetapi tingginya kebutuhan akan organ tersebut di
Indonesia juga tidak diikuti dengan ketersediaan organ. Mencari donor organ
tubuh di Indonesia masih sangat sulit. Kesadaran masyarakat Indonesia, baik itu
individu maupun anggota keluarganya untuk mendonorkan organ tubuh masih sangat
rendah. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjadi donor organ
didorong oleh kurangnya pemahaman terhadap pentingnya ketersediaan organ bagi
manusia lain, bagi kelangsungan hidup penderita gagal organ, disamping
sosiokultur dan pandangan keagamaan yang menghambat kesadaran untuk mendonorkan
organnya. Sehingga tidaklah mengherankan donor sangat sulit didapatkan di
Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia masih merasa tidak rela jika
organ tubuhnya diambil ketika dirinya atau kerabatnya meninggal dunia. Kondisi
ini sangat disayangkan, mengingat banyak pasien yang mengidap penyakit ginjal,
jantung, mata yang sebenarnya masih memiliki peluang untuk sembuh dan hidup
normal terpaksa putus harapan karena donor organ yang dibutuhkannya tak kunjung
tiba. Adanya kontroversi seputar boleh tidaknya mendonorkan organ dari sudut
kepercayaan/agama tertentu juga menyebabkan ketakutan seseorang untuk
mendonorkan organ, akan melanggar kaidah agamanya.
Di negara-negara maju, maupun
negara-negara yang berazaskan agama saat ini kesadaran untuk mendonorkan organ
tubuh tinggi. Banyak orang yang secara sadar menuliskan izin pengambilan organ
tubuhnya jika ia meninggal. Bahkan, banyak kerabat orang yang meninggal
mengizinkan dilakukannya pengambilan organ vital, tanpa perintah khusus dari
almarhum. Tentunya, untuk kasus ini diperlukan proses hukum tertentu.
Akibat buruk yang muncul dari masalah
kekurangan ketersediaan organ sedangkan permintaan akan donor organ yang tinggi
adalah munculnya perdagangan organ illegal, wisata illegal dan lebih lanjut
dapat mendorong perdagangan manusia. Keterbatasan organ menyebabkan harga organ
menjadi tinggi, sehingga yang muncul dalam masyarakat adalah karena kebutuhan
ekonomi tidak jarang ditemui pemasangan iklan secara terang-terangan menjual
organnya, kemudian kasus penculikan bayi dari Rumah Sakit maupun klinik-klinik
bersalin, maupun kasus kasus lainnya . Penjualan organ secara illegal maupun
pengambilan organ secara paksa harus dicegah.
Donor organ atau lebih sering
disebut transplantasi adalah pemindahan
suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat ke tempat lain
pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi
tertentu. Syarat tersebut melipui kecocokan organ dari donor dan resipen.
A. Latar Belakang
Transplantasi
ginjal merupakan transplantasi yang paling banyak dilakukan dibandingkan dengan
transplantasi organ lain dalam mencapai keberhasilan hidup terlama bagi
penderitanya. Transplantasi ginjal adalah suatu metode terapi dengan cara
memanfaatkan sebuah ginjal sehat untuk pasien gagal ginjal terminal (renal
replacement therapy) yang diperoleh melalui proses pendonoran dengan prosedur
pembedahan. Ginjal sehat dapat berasal dari individu yang masih hidup (donor
hidup) atau yang baru saja meninggal dunia (donor kadaver). Ginjal cangkokan
ini selanjutnya akan mengambil alih fungsi kedua ginjal yang telah rusak.
Ginjal baru dan ginjal lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja
bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh. Kedua
ginjal lama, walaupun sudah tidak banyak berperan tetap berada pada posisinya
semula, tidak dibuang, kecuali jika ginja lama ini menimbulkan komplikasi
infeksi atau tekanan darah tinggi.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang
dimaksud dengan transplantasi ginjal ?
2.
Bagaimana
cara transplantasi ginjal ?
3.
Apa saja
faktor penentu keberhasilan dari transplantasi ginjal ?
4.
Apa saja
syarat untuk calon pasien dan calon pendonor ginjal ?
5.
Apa
kekurangan dan kelebihan dari transplantasi ginjal ?
C. Tujuan Penulisan
1.
Untuk
mngetahui apa yang dimaksud dengan transplantasi ginjal.
2.
Untuk
mengetahui bagaimana car transplantasi ginjal.
3.
Untuk
mengetahui apa saja faktor penentu keberhasilan dari transplantasi ginjal.
4.
Untuk
mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan dari transplantasi ginjal.
5.
Untuk
mengetahui apa saja syarat untuk calon pasien dan calon pendonor ginjal.
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1 Tinjauan
Teori
Ginjal
adalah salah satu organ penting dalam tubuh. Kita memiliki sepasang ginjal.
Bentuknya seperti biji kacang, berukuran 11 x 6 x 3 cm dan melekat pada dinding
belakang rongga perut. Pada orang dewasa, berat ginjal adalah antara 120-170
gram. Walau ukurannya kecil, namun ginjal memiliki fungsi yang sangat penting.
Karena itu sudah seharusnya kita berusaha untuk menjaga kesehatan organ yang
satu ini. Sayangnya, tak banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga
kesehatan ginjal. Sebaliknya dalam kehidupan sehari-hari, perhatian kita lebih
banyak tercurah kepada hal-hal yang lain, misalnya pekerjaan, urusan keluarga,
atau harta benda yang kita miliki.
Penyakit
ginjal sangat beragam. Ada yang merupakan penyakit primer pada ginjal, namun
ada juga yang merupakan bagian dari penyakit lain (sekunder). Penyakit ginjal
primer bisa berupa : peradangan ginjal, infeksi ginjal, penyakit ginjal
obstruktif (akibat sumbatan, misalnya oleh batu), tumor ginjal, keracunan
obat-obatan, dan penyakit ginjal bawaan. Selain itu penyakit ginjal juga bisa
merupakan akibat dari suatu penyakit lain misalnya diabetes millitus (kencing
manis), asam urat, kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi, penyakit
autoimun, misalnya lupus, hipertensi (tekanan darah tinggi), infeksi di tempat
lain (malaria, atau tuberkulosis), dan lain-lain. Semua penyakit ginjal
tersebut bila tidak diobati atau ditangani secara memadai bisa mengakibatkan
penurunan fungsi ginjal, dan pada akhirnya mengarah pada terjadinya gagal
ginjal. Sebenarnya gagal ginjal dapat diatasi dengan cuci darah, namun
kemungkinan untuk sembuh masih sangatlah tipis, maka dari itu dapat daimbil
langkah transplantasi ginjal yang memiliki kemungkinan kesembuhan total lebih
besar.
2.2
Pengertian Transplantasi Ginjal
Transplantasi
ginjal menurut Brunner and Suddarth melibatkan menanamkan ginjal dari donor
hidup atau kadaver menusia resipein yang mengalami penyakit ginjal tahap akhir.
Transplantasi ginjal adalah proses
pencangkokan ginjal sehat dari donor ke dalam tubuh seseorang yang mengalami
gagal ginjal melalui tindakan pembedahan. Ginjal baru bersama ginjal lama yang
fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah
metabolisme dari dalam tubuh.
Ginjal adalah dua organ berbentuk
kacang yang terletak di setiap sisi tubuh, tepat di bawah tulang rusuk. Organ
ini terus bekerja untuk menyaring produk-produk limbah dari darah dan
mengkonversi limbah ke dalam urin.
Transplantasi ginjal umumnya
dilakukan pada pasien gagal ginjal stadium akhir. Pasien gagal ginjal umumnya
memiliki tiga alternatif pengobatan: hemodialisis, peritoneal dialisis, dan
transplantasi ginjal. Banyak pasien memilih melakukan transplantasi ginjal
karena menawarkan ‘kebebasan’ lebih besar, alih-alih harus melakukan cuci darah
(dialisis) rutin seumur hidup. Sebelum transplantasi ginjal dilakukan, pasien
harus melakukan konsultasi dengan dokter untuk menentukan adanya risiko, dan
apakah transplantasi memang merupakan pilihan terbaik.
Sebuah transplantasi ginjal dapat
dilakukan tanpa memandang usia dari penerima (pasien yang membutuhkan ginjal)
asalkan mereka memiliki status kesehatan umum yang dapat menahan operasi besar,
ada peluang bagus untuk sukses transplantasi dan orang tersebut sadar dan
bersedia untuk mematuhi dengan mengambil obat immunosuppressant setelah
transplantasi untuk mencegah penolakan dari organ baru oleh sistem kekebalan
tubuh.
BAB III
PROSEDUR TRANSPLANTASI GINJAL
3.1 Prosedur
transplantasi ginjal
Ginjal transplan biasanya tidak
ditempatkan di tempat asli ginjal yang sudah rusak, kebanyakan di fossa iliaka, sehingga
diperlukan pasokan darah yang berbeda, seperti arteri renalis yang
dihubungkan ke arteri iliaka eksterna dan vena renalis yang
dihubungkan ke vena iliaka eksterna.
Dokter bedah akan meletakkan ginjal
di dalam perut sebelah bawah, kemudian menghubungkan pembuluh darah dan saluran
kencing (ureter) ginjal baru tersebut ke pembuluh darah dan ureter penderita.
Setelah terhubung, ginjal akan dialiri darah yang akan dibersihkan. Air kencing
(urine) biasanya langsung diproduksi. Tetapi beberapa keadaan, urine diproduksi
bahkan setelah beberapa minggu.
Operasi biasanya dilakukan di bawah
anestesi umum. Perut dibuka dan dokter bedah meenempatkan ginjal baru di dalam
perut bagian bawah dan menghubungkan arteri dan vena ginjal baru ada ginjal
arteri dan vena setelah mengeluarkan ginjal berpenyakit. Aliran darah melalui
ginjal baru, yang membuat urin seperti ginjal asli.
Ginjal lama kita yang dua buah akan
dibiarkan di tempatnya. Tetapi jika ginjal tersebut menyebabkan infeksi atau
menimbulkan penyakit darah tinggi, maka harus diangkat.
Pada prosedur pembedahan ini, organ
ginjal dari donor yang sehat akan ditransplantasikan ke pasien yang menderita
gagal ginjal. Hanya satu ginjal yang perlu ditransplantasikan. Seseorang dapat
hidup sehat meskipun hanya satu ginjal yang berfungsi.
Ginjal donor akan dilekatkan pada
kandung kemih dan pembuluh darah, sedangkan ginjal milik pasien akan tetap
dibiarkan ditempatnya.
Transplantasi harus dilakukan segera
setelah ginjal tersedia. Petugas kesehatan akan memanggil pasien untuk
memberitahu bahwa ginjal donor sudah tersedia. Pasien tersebut harus segera
datang ke rumah sakit untuk menjalani prosedur transplantasi setelah dia
mendapatkan kabar tersebut.
Sebelum seseorang ditetapkan untuk
melakukan transplantasi ginjal, orang tersebut akan menjalani serangkaian tes
darah dan tes diagnostik. Tes darah berguna untuk mendapatkan informasi yang
akan membantu menentukan seberap perlunya transplantasi segera dilakukan.
Selain itu, tes tersebut untuk meyakinkan organ donor yang didapat memiliki
kecocokan dengan tubuh penerimanya sehingga tubuh si penerima trasnplantasi
tidak menolak organ tersebut. Tes diagnostik berguna untuk memahami kondisi
tubuh penerima transplan secara keseluruhan sehingga mengurangi resiko
terjadinya komplikasi saat dilakukan operasi trasnplantasi.
Organ donor mungkin saja mengalami
penolakan oleh tubuh peneriman transplan akibat adanya reaksi imun tubuh.
Ketika organ ginjal dari donor ditanamkan pada tubuh seseorang, tubuhnya akan
menganggap organ tersebut sebagai ancaman atau benda asing dan berusaha
menyerangnya melalui pembentukan antibodi yang dapat membunuh sel-sel jaringan
organ tersebut. Oleh karena itu, agar organ dapat ditransplantasi dengan sukses
diperlukan beberapa obat untuk menekan sistem imun penerima transplan sehingga
dapat menerima organ tersebut.
Saat dihubungi pasien diperiksa lagi
untuk masalah medis baru dan disarankan untuk tidak makan atau minum apa pun
untuk mempersiapkan untuk operasi sedini mungkin. Untuk anestesi bedah
transplantasi ginjal setidaknya 6 sampai 8 jam puasa lengkap diperlukan. Pasien
diminta untuk mengambil semua laporan dan resep bersama dengan tas mereka
kebutuhan untuk tinggal di rumah sakit.
Sebelum dioperasi tim medis
memeriksa ginjal donor jika ginjal diambil dari donor yang baru saja meninggal.
Jika ginjal dalam kondisi baik dan cocok, operasi perlu dilakukan segera, untuk
memastikan peluang keberhasilan. Pasien didorong ke teater operasi dan anestesi
umum diberikan untuk membuat dia pingsan.
Ketika donor ginjal tersedia, dokter
akan melakukan tes dan pemeriksaan untk memverifikasi kecocokan organ. Setelah
kecocokan diverifikasi, pasien akan dibawa ke ruang operasi. Proses operasi
transplantasi ginjal biasanya berlangsung antara 2 hingga 4 jam.
3.1.1.
Proses operasi transplantasi ginjal
Teknik operasi yang paling banyak
digunakan adalah sayatan Gibson. Pertama memotong dibuat di atas perut bagian
bawah melalui mana ginjal disumbangkan dimasukkan ke dalam tempat. Kecuali ada
indikasi seperti infeksi atau kanker ginjal sendiri penerima yang tersisa di
posisinya.
Sebagai langkah berikutnya pembuluh
darah dari perut bagian bawah yang melekat pada ginjal disumbangkan seperti
ginjal asli. Hal ini memastikan bahwa ginjal disumbangkan memiliki pasokan
darah yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Akhirnya ureter yang
mengambil urin dari ginjal ke kandung kemih untuk tahap yang melekat pada
ginjal disumbangkan.
Operasi ini adalah satu kompleks dan
mungkin memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk menyelesaikan.
Setelah prosedur kulit terikat dengan jahitan atau kandang meninggalkan tabung
belakang untuk mengalirkan darah dan cairan mengumpulkan di daerah operasi.
Pasien roda kembali ke ruang pemulihan.
Obat sakit disediakan untuk
menghilangkan rasa sakit. Antibiotik diberikan secara intravena untuk
pencegahan infeksi. Imunitas obat penekan termasuk ciclosporin, azathioprine,
mycophenolate mofetil, tacrolimus, sirolimus atau prednisolon yang dimulai
sesegera mungkin untuk mencegah tubuh menolak ginjal disumbangkan baru.
Kebanyakan pasien dapat meninggalkan
rumah sakit dalam lima sampai tujuh hari. Di sekitar 7 dari 10 orang yang
memiliki transplantasi ginjal, ginjal baru mereka mulai bekerja segera setelah
operasi. Dalam beberapa hal itu mungkin memakan waktu sekitar 4 sampai 6 minggu
untuk berfungsi secara normal. Jika hal ini terjadi, pasien memerlukan dialisis
selama ini. Pasien perlu ditindaklanjuti untuk hidup.
3.1.2.
Setelah operasi transplantasi ginjal
Setelah operasi transplantasi ginjal
dilakukan, pasien akan diberi obat imunosupresif untuk mencegah penolakan organ
donor oleh tubuh. Petugas kesehatan akan mengawasi pasien untuk memastikan
bahwa ginjal yang baru dapat berfungsi dengan baik.
Terkadang pasien mungkin membutuhkan
dialisis selama beberapa hari sambil menunggu ginjal baru sembuh dan cukup kuat
untuk bekerja dengan baik. Setelah ginjal berfungsi dan bekerja dengan
baik dan kondisi pasien sehat, maka pasien diperbolehkan pulang. Beberapa
pasien bisa pulang dalam waktu 5 hari setelah operasi.
3.1.3.
Perawatan tindak lanjut (Follow-up Care)
Seorang pasien yang menerima ginjal
donor harus mengambil obat imunosupresif selama sisa hidupnya. Pasien juga
harus mengunjungi dokter secara teratur untuk menjalani pemeriksaan dan
mendeteksi dini setiap masalah yang mungkin mucul.
Penolakan tubuh terhadap ginjal baru
akan selalu ada, meskipun resikonya akan menurun setelah beberapa bulan.
Penolakan atau masalah kesehatan yang dapat dideteksi seawal mungkin, semakin
baik kesempatannya untuk ditangani.
Selain perawatan tindak lanjut
(follow-up care), umumnya pasien dapat hidup normal setelah menjalani
transplantasi ginjal.
3.2 Faktor penentu keberhasilan Transplantasi Ginjal
Petugas transplantasi akan
mempertimbangkan tiga faktor untuk menentukan kesesuaian ginjal pendonor dengan
resipien. Faktor tersebut menjadi tolok ukur untuk memperkirakan apakah system
imun tubuh resipien akan menerima atau menolak ginjal batu tersebut.
·
Faktor
utamanya adalah :
1. Golongan
darah
Golongan darah penerima (A, B, AB, atau O) harus
sesuai dengan darah golongan pendonor. Factor golongan merupakan faktor penentu
kesesuian yang paling penting.
2. Human
Leukocyte Antigens (HLAs)
Sel tubuh membawa 6 jenis HLAs utama, 3 dari ibu dan 3
dari ayah. Sesama anggota keluarga biasanya mempunyai HLAs yang sesuai.
Resipien masih dapat menerima ginjal dari donor walaupun HLAs mereka tidak
sepenuhnya sesuai, asal golongan darah mereka cocok, dan tes lain tidak
menunjukkan adanya gangguan
kesesuaian.
3. Uji
silang antigen.
Tes terakhir sebelum dilakukan pencangkokan adalah uji
silang organ. Sejumlah kecil darah resipien dicampur dengan sejumlah kecil
darah donor. Jika tidak terjadi reaksi, maka hasil uji disebut uji silang negatif,
dan
transplantasi dapat dilakukan.
Pembedahan untuk cangkok ginjal biasanya memakan waktu
3 sampai 4 jam. Lama rawat di rumah sakit biasanya adalah satu minggu. Setelah
keluar dari rumah sakit, resipien masih harus melakukan kunjungan secara
teratur untuk memfollow- up hasil pencangkokan.
Sedangkan bagi pendonor hidup, waktu yang dibutuhkan
hampir sama dengan resipien. Walaupun demikian, karena teknik operasi untuk
mengangkat ginjal donor semakin maju, maka waktu rawat menjadi lebih pendek,
mungkin 2 sampai 3 hari.
· Faktor-faktor
lainnya adalah :
1)
Donor Ginjal
Kekurangan ginjal donor merupakan masalah umum
yang dihadapi dalam melakukan transplantasi ginjal. Di Negara maju kebanyakan
donor yang digunakan berasal dari jenazah (cadaveric donor), sedangkan di
negara Asia masih banyak yang menggunakan donor hidup ( Living donor).
Terdapat 2 macam donor ginjal yang dapat digunakan
dalam transplantasi organ yaitu :
1. Donor
Hidup (Living Donor)
Dalam melakukan transplantasi organ sebaiknya donor
tersebut memiliki hubungan keluarga (Living Related Donor). Namun dapat dengan
orang yang tidak ada hubungan keluarga (Living Non Related Donor), akan tetapi
ada permasalahan yang ditimbulkan apabila tidak terdapat hubungan keluarga
yaitu komersial organ tubuh.
Maka dalam pengambilan donor ginjal dilakukan beberapa
pemeriksaan calon donor yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisis lengkap,
pemeriksaan laboratorium lengkap termasuk tes fungsi ginjal, pertanda infeksi
virus ( Hepatitis B, Hepatitis C, CMV, HIV) foto dada , IVP, ekokardiografi dan
anteriografi ginjal.
2. Donor
Jenazah (Cadaveric Donor)
Donor jenazah merupakan donor dengan jumlah yang cukup
banyak hal ini dilakukan karena teratasnya jumlah donor hidup yang tersedia.
Donor jenazah berasal dari pasien yang mengalami mati
batang otak akibat kerusakan otak yang fatal usia 10-60th, tidak
mempunyai penyakit yang dapat ditularkan seperti Hepatitis, HIV, atau penyaki
ganas kecuali tumor otak primer. Fungsi ginjal harus baik sampai pada saat
menjelang kematian, panjang hidup ginjal transplantasi dari donor jenazah yang
meninggal karena stroke, iskemia tidak sebaik yang meninggal karena pendarahan
subarakoid.
2) Resipien Ginjal
Pasien gagal
ginjal terminal yang potensi menjalani transplantasi ginjal haru dinilai oleh
tim transplantasi, setelah itu dilakukan evaluasi dan persiapan untuk
transplantasi. Resipien tetap akan menjalani haemodialisis secara teratur
sebelum melakukan operasi transplantasi. Hal ini dilakukan agar pada saat
menjelang operasi maka tercapai keadaan yang optimal bagi pasien.
Dalam
melakukan transplantasi terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan jasmani yang
teliti untuk menetapkan adanya hipertensi, penyakit pembuluh darah perifer fdan
penyakit jantung coroner, ulkus peptikum dan keadaan saluran kemih. Disamping
itu pula terdapat pemeriksaan laboratorium.
3) Faktor Imunologis
Berhubungan
dengan kekebalan tubuh.
4) Faktor pembedahan yang meliputi :
a. Penanganan
pra-operasi.
b. Peri-operasi.
c. Pasca operasi.
3.3 Syarat-syarat
untuk melakukan Transplantasi Ginjal
Syarat-syarat untuk pasien adalah :
1.
Dewasa
2.
Pasien yang kesulitan menjalani haemodialisis dan CAPD
3.
Saluran kemih bawah harus normal bila ada kelainan di koreksi terlebih dahulu.
4.
Dapat menjalani terapi imunosupresia dalam jangka waktu yang lama dan kepatuhan
berobat tinggi.
5.
Pasien tidak mengidap jantung coroner, stroke, atau kelainan pembuluh darah.
6.
Pasien tidak mengidap penyakit ganas.
7.
Pasien tidak menderita penyakit liver aktif, serta penyakit infeksi Hepatitis
B, C, HIV/AIDS, dan tuberkolosis paru.
Seandainya pasien menderita penyakit diatas maka
pasien harus mendapat perawatan khusus terlebih dahulu.
Syarat-syarat untuk pendonor adalah :
1.
Usia >18-62th
2.
Kedua ginjal normal.
3.
Tidak mempunyai penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal dalam
waktu yang lama.
4.
Tidak mempunyai penyakit yang dapat menular kepada resipien, seperti Hepatitis
B, C, ataupun HIV.
5.
Sehat mental.
6.
Kecocokan golongan darah ABO, HLA dan tes silang darah (cross match) reaksinya
negatif.
7.
Tidak mengidap Hipertensi, Diabetes, Kanker, Jantung, atau penyakit Autoimun.
8.
Toleransi operasi yang baik.
9.
Motivasi yang tinggi untuk menjadi donorkan tanpa adanya paksaan.
3.4 Kekurangan dari Transplantasi Ginjal
Kekurangan dari transplantasi ginjal adalah sebagai
berikut :
1.
Butuh proses pembedahan besar (operasi mayor).
2.
Proses untuk mendapatkan ginjla baru sulit dan waktu yang lama.
3.
Resiko penolakkan ginjal baru yang dicangkokkan terhadap tubuh.
4.
Penderit a harus minum obat imunosupresan ynag mempunyai banyak efek samping.
3.5 Kelebihan dari Transplantasi Ginjal
Meskipun ada kekurangan dari transplantasi ginjal
namun tetap ada sisi kelebihannya. Seperti :
1.
Ginjal baru akan bekerj a sama seperti halnya ginjal normal.
2.
Penderita akan merasa lebih sehat dan lebih normal.
3.
Penderita tidak perlu melakukan dialysis.
4.
Penderita mempunyai usia harapan hidup yang lebih besar.
BAB
IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwa transplantasi ginjal merupakan proses pencangkokan ginjal
sehat dari donor ke dalam tubuh seseorang yang mengalami gagal ginjal melalui
tindakan pembedahan. Ginjal baru, dapat diperoleh dari donor yang baru saja
meninggal dunia, atau dari donor hidup.
Transplantasi ginjal adalah sebuah
prosedur bedah yang besar dan resiko umum meliputi resiko sakit, perdarahan,
infeksi dan pembentukan gumpalan darah. Jangka panjang resiko terkait ke donor
organ penolakan oleh penerima tubuh. Obat-obatan menekan kekebalan juga
memiliki efek samping yang mungkin rumit pada penggunaan jangka panjang.
B.
Saran
a.
Untuk pasien
transplantasi ginjal
Jika ingin melakukan transplantasi
organ, pahami betul dari mana organ terseebut berasal. Dari donor hidup
ataukah dari seseorang yang sudah meninggal. Usahakan untuk mencari upaya
penyembuhan lain sebelum memilih transplantasi organ sebagai alternatif
pengobatan.
Karena ginjal ‘baru’ ini bukan
merupakan ginjal yang berasal dari tubuh pasien sendiri, maka ada kemungkinan
terjadi reaksi tubuh untuk menolak ‘benda asing’ tersebut.
Untuk mencegah terjadinya reaksi
penolakan ini, pasien perlu mengonsumsi obat-obat anti-rejeksi atau
imunosupresan segera sesudah menjalani transplantasi ginjal. Obat-obat
imunosupresan bekerja dengan jalan menekan sistem imun tubuh sehingga
mengurangi risiko terjadinya reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal cangkokan.
b.
Untuk
penulis
Lakukan penulisan dengan objektif
dan gunakan berbagai macam referensi yang ada agar tulisan benar-benar terbukti
validitasnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulrochim, Imam Parsudi. 1992. Transplantasi
Ginjal dan Perkembangannya di Indonesia
.eprints.undip.ac.id/200/1/Imam_Parsudi_Abdurrohim.pdf [3 November 2013].
Carpernito, Linda
juall, 1995. Nursing Care Plans and Documentation : Nursing diagnosis and
colaborative problems. Second Edition J.B. Lippincott Company.
Engram, Barbara.
1998. Rencana asuhan keperawatan medical bedah. Edisi bahasa Indonesia. Volume
satu.
Hamilton, D.
1984. Kidney Transplantation in P. J. Morris (Ed). Kidney Transplantation :
Principles and Practice. New York : Grune & Stratton.
Hudak, Carolyn, 1996. Keperawatan Kritis : Pendekatan
Holistik. Edisi pertama. Jakarta; EGC.
Grace,Pierce A, et all. 2006. At a Glance IlmuBedah (Ed. 3).
I Made, Juliana. 2007. Komplikasi Paska Transplantasi Ginjal. http://ojs.unud.ac.id/index.php/jim/article/download/3816/2812
[3 November 2013].
Price, Sylvia Anderson. 1994. Pathophysiology
: Clinical Concepts Of Disease Processes. Alih Bahasa Peter Anugrah. Ed. 4.
Jakarta : EGC.
Smeltzer, Suzanne C & Bare,Brenda G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih
bahasa, Agung Waluyo,dkk.Editor edisi bahasa Indonesia, Monica
Ester.Ed.8.Jakarta : EGC
Sumarni. Asuhan Keperawatan pada Pasien Transplantasi Ginjal. http://hemodialisa.files.wordpress.com/2010/08/asuhan-keperawatan-pada-pasien-transplantasi-ginjal1.doc
[3 November 2013]
Saya bersedia donorkan organ ginjal hari ini juga untuk yg serius membutuhkan hub 081330222909 supaya lebih jelas tanpa rekayasa.
BalasHapus