Minggu, 05 April 2015

Tranplantasi Ginjal

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran saat ini telah berkembang dengan pesat. Salah satu diantaranya adalah teknik transplantasi organ manusia. Transplantasi organ manusia merupakan suatu teknologi medis untuk penggantian organ tubuh pasien yang tidak berfungsi lagi dengan organ dari manusia lain yang masih berfungsi dengan baik.
Sejak kesuksesan transplantasi ginjal yang pertama kali pada 23 Desember 1954, maka teknologi medis transplantasi mengalami perkembangan yang luar biasa. Riset dan pengembangan terus menerus dilakukan sehingga saat ini sudah ada teknologi yang memungkinkan pengawetan organ, penemuan obat-obatan anti penolakan yang semakin canggih dan baik sehingga memungkinkan berbagai organ manusia dapat ditransplantasikan dan donor tidak melulu berasal dari kalangan keluarga sedarah saja, tapi siapapun bisa menjadi donor dengan adanya obat-obatan anti penolakan ini. Di Indonesia sendiri transplantasi pertama berhasil dilakukan pada tahun 1977 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Abad ini transplantasi organ telah menjadi salah satu jalan keluar yang paling berarti dalam dunia kedokteran modern, banyak nyawa manusia yang tertolong dengan cara transplantasi organ ini. Didukung dengan semakin majunya ilmu dan teknologi bidang trasnsplantasi organ manusia maka tingkat keberhasilan dari transplantasi yang dilakukan pun semakin tinggi. Tingkat kelangsungan hidup dari pasien penerima donor pun saat ini sangat tinggi, sehingga akibatnya permintaan untuk melakukan transplantasi maupun akan organ itu sendiripun meningkat secara global diseluruh dunia termasuk di Indonesi. Akan tetapi tingginya kebutuhan akan organ tersebut di Indonesia juga tidak diikuti dengan ketersediaan organ. Mencari donor organ tubuh di Indonesia masih sangat sulit. Kesadaran masyarakat Indonesia, baik itu individu maupun anggota keluarganya untuk mendonorkan organ tubuh masih sangat rendah. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjadi donor organ didorong oleh kurangnya pemahaman terhadap pentingnya ketersediaan organ bagi manusia lain, bagi kelangsungan hidup penderita gagal organ, disamping sosiokultur dan pandangan keagamaan yang menghambat kesadaran untuk mendonorkan organnya. Sehingga tidaklah mengherankan donor sangat sulit didapatkan di Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia masih merasa tidak rela jika organ tubuhnya diambil ketika dirinya atau kerabatnya meninggal dunia. Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat banyak pasien yang mengidap penyakit ginjal, jantung, mata yang sebenarnya masih memiliki peluang untuk sembuh dan hidup normal terpaksa putus harapan karena donor organ yang dibutuhkannya tak kunjung tiba. Adanya kontroversi seputar boleh tidaknya mendonorkan organ dari sudut kepercayaan/agama tertentu juga menyebabkan ketakutan seseorang untuk mendonorkan organ, akan melanggar kaidah agamanya.
Di negara-negara maju, maupun negara-negara yang berazaskan agama saat ini kesadaran untuk mendonorkan organ tubuh tinggi. Banyak orang yang secara sadar menuliskan izin pengambilan organ tubuhnya jika ia meninggal. Bahkan, banyak kerabat orang yang meninggal mengizinkan dilakukannya pengambilan organ vital, tanpa perintah khusus dari almarhum. Tentunya, untuk kasus ini diperlukan proses hukum tertentu.
Akibat buruk yang muncul dari masalah kekurangan ketersediaan organ sedangkan permintaan akan donor organ yang tinggi adalah munculnya perdagangan organ illegal, wisata illegal dan lebih lanjut dapat mendorong perdagangan manusia. Keterbatasan organ menyebabkan harga organ menjadi tinggi, sehingga yang muncul dalam masyarakat adalah karena kebutuhan ekonomi tidak jarang ditemui pemasangan iklan secara terang-terangan menjual organnya, kemudian kasus penculikan bayi dari Rumah Sakit maupun klinik-klinik bersalin, maupun kasus kasus lainnya . Penjualan organ secara illegal maupun pengambilan organ secara paksa harus dicegah.
Donor organ atau lebih sering disebut  transplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat ke tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu. Syarat tersebut melipui kecocokan organ dari donor dan resipen.
A. ­­­­­­­­Latar Belakang
Transplantasi ginjal merupakan transplantasi yang paling banyak dilakukan dibandingkan dengan transplantasi organ lain dalam mencapai keberhasilan hidup terlama bagi penderitanya. Transplantasi ginjal adalah suatu metode terapi dengan cara memanfaatkan sebuah ginjal sehat untuk pasien gagal ginjal terminal (renal replacement therapy) yang diperoleh melalui proses pendonoran dengan prosedur pembedahan. Ginjal sehat dapat berasal dari individu yang masih hidup (donor hidup) atau yang baru saja meninggal dunia (donor kadaver). Ginjal cangkokan ini selanjutnya akan mengambil alih fungsi kedua ginjal yang telah rusak. Ginjal baru dan ginjal lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh. Kedua ginjal lama, walaupun sudah tidak banyak berperan tetap berada pada posisinya semula, tidak dibuang, kecuali jika ginja lama ini menimbulkan komplikasi infeksi atau tekanan darah tinggi.

Rumusan Masalah
1.     Apa yang dimaksud dengan transplantasi ginjal ?
2.     Bagaimana cara transplantasi ginjal ?
3.     Apa saja faktor penentu keberhasilan dari transplantasi ginjal ?
4.     Apa saja syarat untuk calon  pasien dan calon pendonor ginjal ?
5.     Apa kekurangan dan kelebihan dari transplantasi ginjal ?

C. Tujuan Penulisan
1.     Untuk mngetahui apa yang dimaksud dengan transplantasi ginjal.
2.      Untuk mengetahui bagaimana car transplantasi ginjal.
3.     Untuk mengetahui apa saja faktor penentu keberhasilan dari transplantasi ginjal.
4.     Untuk mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan dari transplantasi ginjal.
5.     Untuk mengetahui apa saja syarat untuk calon pasien dan calon  pendonor ginjal.


















BAB II
LANDASAN TEORI


2.1  Tinjauan Teori
Ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh. Kita memiliki sepasang ginjal. Bentuknya seperti biji kacang, berukuran 11 x 6 x 3 cm dan melekat pada dinding belakang rongga perut. Pada orang dewasa, berat ginjal adalah antara 120-170 gram. Walau ukurannya kecil, namun ginjal memiliki fungsi yang sangat penting. Karena itu sudah seharusnya kita berusaha untuk menjaga kesehatan organ yang satu ini. Sayangnya, tak banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Sebaliknya dalam kehidupan sehari-hari, perhatian kita lebih banyak tercurah kepada hal-hal yang lain, misalnya pekerjaan, urusan keluarga, atau harta benda yang kita miliki.
Penyakit ginjal sangat beragam. Ada yang merupakan penyakit primer pada ginjal, namun ada juga yang merupakan bagian dari penyakit lain (sekunder). Penyakit ginjal primer bisa berupa : peradangan ginjal, infeksi ginjal, penyakit ginjal obstruktif (akibat sumbatan, misalnya oleh batu), tumor ginjal, keracunan obat-obatan, dan penyakit ginjal bawaan. Selain itu penyakit ginjal juga bisa merupakan akibat dari suatu penyakit lain misalnya diabetes millitus (kencing manis), asam urat, kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi, penyakit autoimun, misalnya lupus, hipertensi (tekanan darah tinggi), infeksi di tempat lain (malaria, atau tuberkulosis), dan lain-lain. Semua penyakit ginjal tersebut bila tidak diobati atau ditangani secara memadai bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, dan pada akhirnya mengarah pada terjadinya gagal ginjal. Sebenarnya gagal ginjal dapat diatasi dengan cuci darah, namun kemungkinan untuk sembuh masih sangatlah tipis, maka dari itu dapat daimbil langkah transplantasi ginjal yang memiliki kemungkinan kesembuhan total lebih besar.

2.2 Pengertian Transplantasi Ginjal
         Transplantasi ginjal menurut Brunner and Suddarth melibatkan menanamkan ginjal dari donor hidup atau kadaver menusia resipein yang mengalami penyakit ginjal tahap akhir.
Transplantasi ginjal adalah proses pencangkokan ginjal sehat dari donor ke dalam tubuh seseorang yang mengalami gagal ginjal melalui tindakan pembedahan. Ginjal baru bersama ginjal lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh.
Ginjal adalah dua organ berbentuk kacang yang terletak di setiap sisi tubuh, tepat di bawah tulang rusuk. Organ ini terus bekerja untuk menyaring produk-produk limbah dari darah dan mengkonversi limbah ke dalam urin.
Transplantasi ginjal umumnya dilakukan pada pasien gagal ginjal stadium akhir. Pasien gagal ginjal umumnya memiliki tiga alternatif pengobatan: hemodialisis, peritoneal dialisis, dan transplantasi ginjal. Banyak pasien memilih melakukan transplantasi ginjal karena menawarkan ‘kebebasan’ lebih besar, alih-alih harus melakukan cuci darah (dialisis) rutin seumur hidup. Sebelum transplantasi ginjal dilakukan, pasien harus melakukan konsultasi dengan dokter untuk menentukan adanya risiko, dan apakah transplantasi memang merupakan pilihan terbaik.
Sebuah transplantasi ginjal dapat dilakukan tanpa memandang usia dari penerima (pasien yang membutuhkan ginjal) asalkan mereka memiliki status kesehatan umum yang dapat menahan operasi besar, ada peluang bagus untuk sukses transplantasi dan orang tersebut sadar dan bersedia untuk mematuhi dengan mengambil obat immunosuppressant setelah transplantasi untuk mencegah penolakan dari organ baru oleh sistem kekebalan tubuh.
















BAB III
PROSEDUR TRANSPLANTASI GINJAL

    
3.1 Prosedur transplantasi ginjal
Ginjal transplan biasanya tidak ditempatkan di tempat asli ginjal yang sudah rusak, kebanyakan di fossa iliaka, sehingga diperlukan pasokan darah yang berbeda, seperti arteri renalis yang dihubungkan ke arteri iliaka eksterna dan vena renalis yang dihubungkan ke vena iliaka eksterna.
Dokter bedah akan meletakkan ginjal di dalam perut sebelah bawah, kemudian menghubungkan pembuluh darah dan saluran kencing (ureter) ginjal baru tersebut ke pembuluh darah dan ureter penderita. Setelah terhubung, ginjal akan dialiri darah yang akan dibersihkan. Air kencing (urine) biasanya langsung diproduksi. Tetapi beberapa keadaan, urine diproduksi bahkan setelah beberapa minggu.
Operasi biasanya dilakukan di bawah anestesi umum. Perut dibuka dan dokter bedah meenempatkan ginjal baru di dalam perut bagian bawah dan menghubungkan arteri dan vena ginjal baru ada ginjal arteri dan vena setelah mengeluarkan ginjal berpenyakit. Aliran darah melalui ginjal baru, yang membuat urin seperti ginjal asli.
Ginjal lama kita yang dua buah akan dibiarkan di tempatnya. Tetapi jika ginjal tersebut menyebabkan infeksi atau menimbulkan penyakit darah tinggi, maka harus diangkat.
Pada prosedur pembedahan ini, organ ginjal dari donor yang sehat akan ditransplantasikan ke pasien yang menderita gagal ginjal. Hanya satu ginjal yang perlu ditransplantasikan. Seseorang dapat hidup sehat meskipun hanya satu ginjal yang berfungsi.
Ginjal donor akan dilekatkan pada kandung kemih dan pembuluh darah, sedangkan ginjal milik pasien akan tetap dibiarkan ditempatnya.
Transplantasi harus dilakukan segera setelah ginjal tersedia. Petugas kesehatan akan memanggil pasien untuk memberitahu bahwa ginjal donor sudah tersedia. Pasien tersebut harus segera datang ke rumah sakit untuk menjalani prosedur transplantasi setelah dia mendapatkan kabar tersebut.
Sebelum seseorang ditetapkan untuk melakukan transplantasi ginjal, orang tersebut akan menjalani serangkaian tes darah dan tes diagnostik. Tes darah berguna untuk mendapatkan informasi yang akan membantu menentukan seberap perlunya transplantasi segera dilakukan. Selain itu, tes tersebut untuk meyakinkan organ donor yang didapat memiliki kecocokan dengan tubuh penerimanya sehingga tubuh si penerima trasnplantasi tidak menolak organ tersebut. Tes diagnostik berguna untuk memahami kondisi tubuh penerima transplan secara keseluruhan sehingga mengurangi resiko terjadinya komplikasi saat dilakukan operasi trasnplantasi.
Organ donor mungkin saja mengalami penolakan oleh tubuh peneriman transplan akibat adanya reaksi imun tubuh. Ketika organ ginjal dari donor ditanamkan pada tubuh seseorang, tubuhnya akan menganggap organ tersebut sebagai ancaman atau benda asing dan berusaha menyerangnya melalui pembentukan antibodi yang dapat membunuh sel-sel jaringan organ tersebut. Oleh karena itu, agar organ dapat ditransplantasi dengan sukses diperlukan beberapa obat untuk menekan sistem imun penerima transplan sehingga dapat menerima organ tersebut.
Saat dihubungi pasien diperiksa lagi untuk masalah medis baru dan disarankan untuk tidak makan atau minum apa pun untuk mempersiapkan untuk operasi sedini mungkin. Untuk anestesi bedah transplantasi ginjal setidaknya 6 sampai 8 jam puasa lengkap diperlukan. Pasien diminta untuk mengambil semua laporan dan resep bersama dengan tas mereka kebutuhan untuk tinggal di rumah sakit.
Sebelum dioperasi tim medis memeriksa ginjal donor jika ginjal diambil dari donor yang baru saja meninggal. Jika ginjal dalam kondisi baik dan cocok, operasi perlu dilakukan segera, untuk memastikan peluang keberhasilan. Pasien didorong ke teater operasi dan anestesi umum diberikan untuk membuat dia pingsan.
Ketika donor ginjal tersedia, dokter akan melakukan tes dan pemeriksaan untk memverifikasi kecocokan organ. Setelah kecocokan diverifikasi, pasien akan dibawa ke ruang operasi. Proses operasi transplantasi ginjal biasanya berlangsung antara 2 hingga 4 jam.
3.1.1.    Proses operasi transplantasi ginjal
Teknik operasi yang paling banyak digunakan adalah sayatan Gibson. Pertama memotong dibuat di atas perut bagian bawah melalui mana ginjal disumbangkan dimasukkan ke dalam tempat. Kecuali ada indikasi seperti infeksi atau kanker ginjal sendiri penerima yang tersisa di posisinya.
Sebagai langkah berikutnya pembuluh darah dari perut bagian bawah yang melekat pada ginjal disumbangkan seperti ginjal asli. Hal ini memastikan bahwa ginjal disumbangkan memiliki pasokan darah yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Akhirnya ureter yang mengambil urin dari ginjal ke kandung kemih untuk tahap yang melekat pada ginjal disumbangkan.
Operasi ini adalah satu kompleks dan mungkin memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk menyelesaikan. Setelah prosedur kulit terikat dengan jahitan atau kandang meninggalkan tabung belakang untuk mengalirkan darah dan cairan mengumpulkan di daerah operasi. Pasien roda kembali ke ruang pemulihan.
Obat sakit disediakan untuk menghilangkan rasa sakit. Antibiotik diberikan secara intravena untuk pencegahan infeksi. Imunitas obat penekan termasuk ciclosporin, azathioprine, mycophenolate mofetil, tacrolimus, sirolimus atau prednisolon yang dimulai sesegera mungkin untuk mencegah tubuh menolak ginjal disumbangkan baru.
Kebanyakan pasien dapat meninggalkan rumah sakit dalam lima sampai tujuh hari. Di sekitar 7 dari 10 orang yang memiliki transplantasi ginjal, ginjal baru mereka mulai bekerja segera setelah operasi. Dalam beberapa hal itu mungkin memakan waktu sekitar 4 sampai 6 minggu untuk berfungsi secara normal. Jika hal ini terjadi, pasien memerlukan dialisis selama ini. Pasien perlu ditindaklanjuti untuk hidup.
3.1.2.     Setelah operasi transplantasi ginjal
Setelah operasi transplantasi ginjal dilakukan, pasien akan diberi obat imunosupresif untuk mencegah penolakan organ donor oleh tubuh. Petugas kesehatan akan mengawasi pasien untuk memastikan bahwa ginjal yang baru dapat berfungsi dengan baik.
Terkadang pasien mungkin membutuhkan dialisis selama beberapa hari sambil menunggu ginjal baru sembuh dan cukup kuat untuk bekerja dengan baik.  Setelah ginjal berfungsi dan bekerja dengan baik dan kondisi pasien sehat, maka pasien diperbolehkan pulang. Beberapa pasien bisa pulang dalam waktu 5 hari setelah operasi.
3.1.3.    Perawatan tindak lanjut (Follow-up Care)
Seorang pasien yang menerima ginjal donor harus mengambil obat imunosupresif selama sisa hidupnya. Pasien juga harus mengunjungi dokter secara teratur untuk menjalani pemeriksaan dan mendeteksi dini setiap masalah yang mungkin mucul.
Penolakan tubuh terhadap ginjal baru akan selalu ada, meskipun resikonya akan menurun setelah beberapa bulan. Penolakan atau masalah kesehatan yang dapat dideteksi seawal mungkin, semakin baik kesempatannya untuk ditangani.
Selain perawatan tindak lanjut (follow-up care), umumnya pasien dapat hidup normal setelah menjalani transplantasi ginjal.
3.2 Faktor penentu keberhasilan Transplantasi Ginjal
Petugas transplantasi akan mempertimbangkan tiga faktor untuk menentukan kesesuaian ginjal pendonor dengan resipien. Faktor tersebut menjadi tolok ukur untuk memperkirakan apakah system imun tubuh resipien akan menerima atau menolak ginjal batu tersebut.
·       Faktor utamanya adalah :
1.     Golongan darah
Golongan darah penerima (A, B, AB, atau O) harus sesuai dengan darah golongan pendonor. Factor golongan merupakan faktor penentu kesesuian yang paling penting.
2.     Human Leukocyte Antigens (HLAs)
Sel tubuh membawa 6 jenis HLAs utama, 3 dari ibu dan 3 dari ayah. Sesama anggota keluarga biasanya mempunyai HLAs yang sesuai. Resipien masih dapat menerima ginjal dari donor walaupun HLAs mereka tidak sepenuhnya sesuai, asal golongan darah mereka cocok, dan tes lain tidak menunjukkan adanya gangguan kesesuaian.                                                                                
3.     Uji silang antigen.
Tes terakhir sebelum dilakukan pencangkokan adalah uji silang organ. Sejumlah kecil darah resipien dicampur dengan sejumlah kecil darah donor. Jika tidak terjadi reaksi, maka hasil uji disebut uji silang negatif, dan  
transplantasi dapat dilakukan.
Pembedahan untuk cangkok ginjal biasanya memakan waktu 3 sampai 4 jam. Lama rawat di rumah sakit biasanya adalah satu minggu. Setelah keluar dari rumah sakit, resipien masih harus melakukan kunjungan secara teratur untuk memfollow- up hasil pencangkokan.
Sedangkan bagi pendonor hidup, waktu yang dibutuhkan hampir sama dengan resipien. Walaupun demikian, karena teknik operasi untuk mengangkat ginjal donor semakin maju, maka waktu rawat menjadi lebih pendek, mungkin 2 sampai 3 hari.

·        Faktor-faktor lainnya adalah :
1)   Donor Ginjal
Kekurangan  ginjal donor merupakan masalah umum yang dihadapi dalam melakukan transplantasi ginjal. Di Negara maju kebanyakan donor yang digunakan berasal dari jenazah (cadaveric donor), sedangkan di negara Asia masih banyak yang menggunakan donor hidup ( Living donor).

Terdapat 2 macam donor ginjal yang dapat digunakan dalam transplantasi organ yaitu :
1.     Donor Hidup (Living Donor)
Dalam melakukan transplantasi organ sebaiknya donor tersebut memiliki hubungan keluarga (Living Related Donor). Namun dapat dengan orang yang tidak ada hubungan keluarga (Living Non Related Donor), akan tetapi ada permasalahan yang ditimbulkan apabila tidak terdapat hubungan keluarga yaitu komersial organ tubuh.

Maka dalam pengambilan donor ginjal dilakukan beberapa pemeriksaan calon donor yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisis lengkap, pemeriksaan laboratorium lengkap termasuk tes fungsi ginjal, pertanda infeksi virus ( Hepatitis B, Hepatitis C, CMV, HIV) foto dada , IVP, ekokardiografi dan anteriografi ginjal.

2.     Donor Jenazah (Cadaveric Donor)
Donor jenazah merupakan donor dengan jumlah yang cukup banyak hal ini dilakukan karena teratasnya jumlah donor hidup yang tersedia.

Donor jenazah berasal dari pasien yang mengalami mati batang otak akibat kerusakan otak yang fatal usia 10-60th, tidak mempunyai penyakit yang dapat ditularkan seperti Hepatitis, HIV, atau penyaki ganas kecuali tumor otak primer. Fungsi ginjal harus baik sampai pada saat menjelang kematian, panjang hidup ginjal transplantasi dari donor jenazah yang meninggal karena stroke, iskemia tidak sebaik yang meninggal karena pendarahan subarakoid.

2)   Resipien Ginjal
Pasien gagal ginjal terminal yang potensi menjalani transplantasi ginjal haru dinilai oleh tim transplantasi, setelah itu dilakukan evaluasi dan persiapan untuk transplantasi. Resipien tetap akan menjalani haemodialisis secara teratur sebelum melakukan operasi transplantasi. Hal ini dilakukan agar pada saat menjelang operasi maka tercapai keadaan yang optimal bagi pasien.

Dalam melakukan transplantasi terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan jasmani yang teliti untuk menetapkan adanya hipertensi, penyakit pembuluh darah perifer fdan penyakit jantung coroner, ulkus peptikum dan keadaan saluran kemih. Disamping itu pula terdapat pemeriksaan laboratorium.

3)   Faktor Imunologis
Berhubungan dengan kekebalan tubuh.

4)   Faktor pembedahan yang meliputi :
a.      Penanganan pra-operasi.
b.      Peri-operasi.
c.      Pasca operasi.

3.3 Syarat-syarat untuk melakukan Transplantasi Ginjal
Syarat-syarat untuk pasien adalah :
1.      Dewasa
2.      Pasien yang kesulitan menjalani haemodialisis dan CAPD
3.      Saluran kemih bawah harus normal bila ada kelainan di koreksi terlebih dahulu.
4.      Dapat menjalani terapi imunosupresia dalam jangka waktu yang lama dan kepatuhan berobat tinggi.
5.      Pasien tidak mengidap jantung coroner, stroke, atau kelainan pembuluh darah.
6.      Pasien tidak mengidap penyakit ganas.
7.      Pasien tidak menderita penyakit liver aktif, serta penyakit infeksi Hepatitis B, C, HIV/AIDS, dan tuberkolosis paru.
Seandainya pasien menderita penyakit diatas maka pasien harus mendapat perawatan khusus terlebih dahulu.

Syarat-syarat untuk pendonor adalah :
1.      Usia >18-62th
2.      Kedua ginjal normal.
3.      Tidak mempunyai penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal dalam waktu yang lama.
4.      Tidak mempunyai penyakit yang dapat menular kepada resipien, seperti Hepatitis B, C, ataupun HIV.
5.      Sehat mental.
6.      Kecocokan golongan darah ABO, HLA dan tes silang darah (cross match) reaksinya negatif.
7.      Tidak mengidap Hipertensi, Diabetes, Kanker, Jantung, atau penyakit Autoimun.
8.      Toleransi operasi yang baik.
9.      Motivasi yang tinggi untuk menjadi donorkan tanpa adanya paksaan.

3.4  Kekurangan dari Transplantasi Ginjal
Kekurangan dari transplantasi ginjal adalah sebagai berikut :
1.      Butuh proses pembedahan besar (operasi mayor).
2.      Proses untuk mendapatkan ginjla baru sulit dan waktu yang lama.
3.      Resiko penolakkan ginjal baru yang dicangkokkan terhadap tubuh.
4.      Penderit a harus minum obat imunosupresan ynag mempunyai banyak efek samping.

3.5  Kelebihan dari Transplantasi Ginjal
Meskipun ada kekurangan dari transplantasi ginjal namun tetap ada sisi kelebihannya. Seperti :
1.      Ginjal baru akan bekerj a sama seperti halnya ginjal normal.
2.      Penderita akan merasa lebih sehat dan lebih normal.
3.      Penderita tidak perlu melakukan dialysis.
4.      Penderita mempunyai usia harapan hidup yang lebih besar.














BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa transplantasi ginjal merupakan proses pencangkokan ginjal sehat dari donor ke dalam tubuh seseorang yang mengalami gagal ginjal melalui tindakan pembedahan. Ginjal baru, dapat diperoleh dari donor yang baru saja meninggal dunia, atau dari donor hidup.
Transplantasi ginjal adalah sebuah prosedur bedah yang besar dan resiko umum meliputi resiko sakit, perdarahan, infeksi dan pembentukan gumpalan darah. Jangka panjang resiko terkait ke donor organ penolakan oleh penerima tubuh. Obat-obatan menekan kekebalan juga memiliki efek samping yang mungkin rumit pada penggunaan jangka panjang.
B.     Saran
a.       Untuk pasien transplantasi ginjal
Jika ingin melakukan transplantasi organ, pahami betul dari mana organ terseebut berasal. Dari donor hidup ataukah dari seseorang yang sudah meninggal. Usahakan untuk mencari upaya penyembuhan lain sebelum memilih transplantasi organ sebagai alternatif pengobatan.
Karena ginjal ‘baru’ ini bukan merupakan ginjal yang berasal dari tubuh pasien sendiri, maka ada kemungkinan terjadi reaksi tubuh untuk menolak ‘benda asing’ tersebut.
Untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan ini, pasien perlu mengonsumsi obat-obat anti-rejeksi atau imunosupresan segera sesudah menjalani transplantasi ginjal. Obat-obat imunosupresan bekerja dengan jalan menekan sistem imun tubuh sehingga mengurangi risiko terjadinya reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal cangkokan.
b.      Untuk penulis
Lakukan penulisan dengan objektif dan gunakan berbagai macam referensi yang ada agar tulisan benar-benar terbukti validitasnya.






DAFTAR PUSTAKA
Abdulrochim, Imam Parsudi. 1992. Transplantasi Ginjal dan Perkembangannya di Indonesia .eprints.undip.ac.id/200/1/Imam_Parsudi_Abdurrohim.pdf‎ [3 November 2013].

Carpernito, Linda juall, 1995. Nursing Care Plans and Documentation : Nursing diagnosis and colaborative problems. Second Edition J.B. Lippincott Company.

Engram, Barbara. 1998. Rencana asuhan keperawatan medical bedah. Edisi bahasa Indonesia. Volume satu.

Hamilton, D. 1984. Kidney Transplantation in P. J. Morris (Ed). Kidney Transplantation : Principles and Practice. New York : Grune & Stratton.

Hudak, Carolyn, 1996. Keperawatan Kritis : Pendekatan Holistik. Edisi pertama. Jakarta; EGC.
Grace,Pierce A, et all. 2006. At a Glance IlmuBedah (Ed. 3).

I Made, Juliana. 2007. Komplikasi Paska Transplantasi Ginjal. http://ojs.unud.ac.id/index.php/jim/article/download/3816/2812 [3 November 2013].
Price, Sylvia Anderson. 1994. Pathophysiology : Clinical Concepts Of Disease Processes. Alih Bahasa Peter Anugrah. Ed. 4. Jakarta : EGC.

Smeltzer, Suzanne C & Bare,Brenda G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih bahasa, Agung Waluyo,dkk.Editor edisi bahasa Indonesia, Monica Ester.Ed.8.Jakarta : EGC

Sumarni. Asuhan Keperawatan pada Pasien Transplantasi Ginjal. http://hemodialisa.files.wordpress.com/2010/08/asuhan-keperawatan-pada-pasien-transplantasi-ginjal1.doc [3 November 2013]


1 komentar:

  1. Saya bersedia donorkan organ ginjal hari ini juga untuk yg serius membutuhkan hub 081330222909 supaya lebih jelas tanpa rekayasa.

    BalasHapus