BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Ilmu
pengetahuan dan teknologi di bidang biologi yang berkembang sangat cepat
ternyata menimbulkan berbagai tanggapan di kalangan masyarakat. Ada sebagian
masyarakat yang setuju namun ada sebagian pula yang menentang hal itu. Kesan
pro dan kontra merupakan tanggapan dari munculnya teknologi-teknologi baru.
Misalnya, IVF ( In Vitro Fertilization ) adalah
metode medis yang digunakan dalam menyatukan sel telur dan sel sperma sehingga
dapat membantu pasangan suami isteri yang infertil dalam memperoleh keturunan
contohnya dalam pembuatan bayi tabung. Berbagai
perkembangan teknologi inilah yang mengakibatkan banyak perubahan yang dapat
mempengaruhi kehidupan manusia. Secara mendasar ,teknik IVF dikembangkan untuk
menolong pasangan suami isteri yang mengalami infertilitas agar dapat
memperoleh keturunan.Namun pada perkembangannya, teknik IVF memungkinkan
manusia untuk memanifulasi sifat – sifat genetik bahkan menentukan jenis
kelamin keturunannya.
Sejauh
teknik IVF dilaksanakan hanya untuk menolong pasutri yang sungguh- sungguh membutuhkan pertolongan dalam
masalah reproduksinya, teknik ini dapat diterima
secara etis. Dengan memperoleh keturunan, sisi kemanusiaan pasangan suami isteri yang bersangkutan
akan meningkat dan teknik tersebut sama sekali tidak mengurangi nilai kemanusiaan anak yang akan dilahirkan karena
proses yang terjadi di luar
tubuh hanyalah pembuahan sel telur
oleh sel sperma, sedangkan proses selanjutnya
terjadi di dalam tubuh ibu seperti
halnya kehamilan normal.
Oleh
karena itu, kita sebagai manusia harus bisa bijak dalam menanggapi permasalahan
tersebut sehingga tidak terjadi pro dan kontra terhadap teknik yang digunakan
untuk melakukan proses bayi tabung.
B. Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah dari makalah In Vitro
Fertilization adalah sebagai berikut:
1.
Apa faktor penyebab dilakukan bayi
tabung ?
2.
Tahapan apa saja yang harus
dilakukan dalam teknik pembutan bayi tabung?
3.
Bagaimana pengaruh proses bayi
tabung terhadap bayi yang dilahirkan ?
C. Tujuan
Adapun Tujuan dari makalah In Vitro Fertilization
adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui penyebab dilakukan
bayi tabung
2.
Untuk menjelaskan tahapan pada
teknik bayi tabung
3.
Untuk mengetahui pengaruh proses
bayi tabung terhadap bayi yang dilahirkan
BAB II
LANDASAN TEORI
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Bayi Tabung
Bayi tabung atau IVF ( In Vitro
Fertilization ) adalah sebuah teknik pembuahan sel telur dengan fertilisasi yang terjadi di luar tubuh wanita.
Teknik ini merupakan suatu cara untuk
mengatasi masalah kesuburan apabila cara penangan lainnya tidak berhasil.
IVF merupakan metode medis yang
digunakan dalam menyatukan sel telur dan sel sperma
sehingga dapat membantu pasangan suami isteri yang infertil dalam memperoleh keturunan.Dalam
aplikasinya, teknik IVF perlu mempertimbangkan tingkat
kesuksesan. Definisi tingkat kesuksesan dalam IVF adalah jumlah kehamilan yang diperoleh setelah aplikasi IVF
dibagi dengan jumlah aplikasi IVF yang telah dilakukan
untuk mendapatkan kehamilan. Ada beberapa variasi dalam perhitungan ini. Jumlah kehamilan yang diperoleh setelah
aplikasi IVF dapat dihitung yang menghasilkan
kelahiran hidup saja, maupun jumlah keseluruhan termasuk kelahiran mati. Sedangkan jumlah aplikasi IVF
yang telah dilakukan biasanya ditentukan berdasarkan
siklus IVF-ET termasuk teknik IVF itu sendiri sampai pemindahan embrio ke dalam rahim.
Secara statistik, teknik
IVF-ET dapat meningkatkan angka kehamilan pada pasien yang mengalami masalah infertilitas penyumbatan saluran
Fallopi secara signifikan jika
dibandingkan dengan teknik perawatan konvensional yang lainnya. Kehamilan spontan yang terjadi pada pasien
dengan penyumbatan saluran Fallopi memiliki tingkat
kelahiran hidup 1,4%, sedangkan dengan teknik IVF sekitar 8% - 12% per siklus perawatan (Corabian, 1997).
B. Faktor – faktor yang Menyebabkan
Dilakukan Bayi Tabung
Banyak faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri
melakukan program bayi tabung, faktor ini bisa disebabkan dari suami maupun
isteri. Adapun faktor dari suami ialah gangguan pada pada testis, sehingga
terjadi perubahan jumlah serta bentuk sperma, masalah ereksi dan ejakulasi
dini,saluran sperma tersumbat,pergerakan sperma lambat. Sedangkan faktor yang
ditimbulkan dari isteri ialah endometriosis, lalu radang atau infeksi pada
organ reproduksi misalnya, saluran tuba fallopi tersumbat, gangguan ovulasi,
rahim tidak normal, antibodi anti sperma pada tubuh ibu atau radang panggul(
Anonim,2010 )
C. Pengaruh Proses Bayi Tabung Terhadap
Anak yang Dilahirkan
Adapun Pengaruh Program bayi tabung terhadap beberapa
penyakit yaitu :
a.
Penyakit Jantung
Dari
hasil sebuah penelitian, ditemukan bahwa, resiko untuk terkena penyakit jantung
pada saat dewasa, lebih besar pada bayi yang lahir melalui prosedur bayi
tabung.
Ilmuwan di Swiss melakukan perbandingan pada 57 anak yang
dikandung secara alami dengan 64 anak yang lahir lewat prosedur bayi tabung.
Dalam penelitian ditemukan bahwa sebanyak 30% dari jumlah peserta bayi tabung
memiliki kekakuan pembuluh darah yang tinggi dan tekanan arteri di paru-paru.
David Celermajer, profesor kardiologi di University
of Sydney Medical School mengatakan bahwa “prosedur bayi tabung sampai
saat ini telah banyak memberi orangtua anak-anak yang sehat dan besar. Jika ada
sinyal masalah, anak-anak ini mungkin akan mengidap penyakit jantung lebih
dini, yaitu di usia 50-an atau 60-an, bukan di usia 70 atau 80-an tahun.”
Para ilmuwan di Bern University Hospitalyang
memimpin peneliti mengungkapkan bahwa peningkatan resiko untuk terkena serangan
jantung merupakan suatu akibat dari proses kimia yang terjadi pada saat embrio
masih berada dalam cawan petri. Diperkirakan bahwa beberapa gen dipengaruhi
oleh bahan kimia yang digunakan dalam pembuahan. Namun, tanda-tanda genetic
yang sama juga ditemukan oelh para peneliti.
b.
Penyakit
Asma
sebuah studi baru
dari Inggris mengungkapkan bahwa anak yang terlahir dari metode kesuburan
seperti IVF ini berpeluang lebih tinggi untuk terserang asma.
Selain itu, anak – anak ini juga
empat kali lebih mungkin membutuhkan obat – obatan anti asma.Padahal hal ini
dapat mengindikasikan tingkat keparahan asma yang lebih tinggi. Beruntung
peneliti juga menemukan risiko asmanya akan menurun ketika anak mencapai usia 7
tahun.
c.
Autis
Sebagaimana dilansir dari Red Orbit, penelitian
yang berdasarkan data dari tahun 1982-2007 itu melibatkan 2,5 juta kelahiran
bayi di Swedia. Peneliti juga menganalisis apakah anak-anak tersebut
didiagnosis menderita autis atau cacat intelektual.
Hasilnya,
sebanyak 1,2 persen anak yang dilahirkan dari program bayi tabung. Autisme juga
ditemukan pada 1,5 persen anak yang lahir melalui program bayi tabung.
Peneliti juga
menambahkan jika janin hasil program bayi tabung dilahirkan secara prematur,
risiko anak menderita autis semakin meningkat.
"Penting
bagi orang tua yang memilih jalan program bayi tabung untuk menjaga kesehatan
dan janin dalam kandungan sampai proses kelahiran. Sebab beberapa prosedur bayi
tabung bisa meningkatkan risiko autis," terang penulis peneliti Dr Avi
Reichenberg.
Hasil penelitian kemudian diterbitkan dalam Journal of the American Medical
Association
BAB III
METODE KERJA
Secara teknis, IVF dibagi menjadi 4
(empat) tahap berikut:
a. Tahap pertama, yaitu
tahap induksi ovulasi.
Pada tahap ini dilakukan stimulasi
pertumbuhan sel telur sebanyak mungkin yang dilakukan dengan pemberian Follicle
Stimulating Hormone (FSH) .Saat ini, FSH telah dimurnikan dan diperbanyak
dengan teknologi rekombinasi DNA, misalnya nama dagang Gonal, sehingga dapat
digunakan untuk membantu stimulasi pertumbuhan sel telur pada perempuan yang
kekurangan hormon FSH. Setelah dihasilkan cukup banyak sel telur, diberikan
hormon human Chorion Gonadotropin (HCG) untuk menstimulasi pelepasan sel
telur yang matang. Seperti halnya FSH, HCG juga telah diproduksi dengan
teknologi rekombinasi DNA, misalnya Ovidrel yang dapat diinjeksikan langsung ke
jaringan di bawah kulit. Jika tidak terdapat sel telur yang matang, maturasi
satu atau lebih sel telur dapat dilakukan dengan menggunakan metode OS (Ovarian
Stimulation).
b. Tahap kedua, yaitu
tahap pengambilan sel telur.
Pada tahap ini, hasil pematangan sel
telur dari ovarium diamati, misalnya
dengan menggunakan metode laparoskopi atau
metode vaginal ultrasonik Sel telur yang telah matang akan diambil dari ovarium
dengan menggunakan jarum yang runcing, kemudian dipindahkan ke dalam cawan
petri yang telah berisi medium pertumbuhan.
c. .Tahap
ketiga, yaitu fertilisasi sel telur.
Pada tahap ini, sel sperma
motil yang telah diperoleh dari metode swim-up (Henkel
dan Schill, 2003) dimasukkan ke dalam cawan Petri yang telah berisi sel
telur, kemudian disimpan di dalam inkubator. Pemeriksaan gamet dilakukan pada
interval waktu antara fertilisasi dan maturasi Setelah terjadi fertilisasi,
embrio dibiarkan di dalam inkubator selama 3 – 5 hari.
d. Tahap
keempat, yaitu transfer embrio
Tahap ini merupakan tahap akhir,
berupa pengembalian embrio hasil fertilisasi yang telah mencapai tahap blastula
Embrio ditransplantasikan ke dalam rahim melalui kateter Teflon tanpa
pembiusan. Dengan cara ini pasien dapat kembali ke rumah segera setelah
transfer embrio. Untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, maka beberapa
embrio ditransplantasikan ke dalam rahim (Corabian,
1997).
BAB IV
KESIMPULAN
a.
Banyak
faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri melakukan program bayi tabung,
faktor ini bisa disebabkan dari suami maupun isteri. Adapun faktor dari suami
ialah gangguan pada pada testis, sehingga terjadi perubahan jumlah serta bentuk
sperma, masalah ereksi dan ejakulasi dini,saluran sperma tersumbat,pergerakan
sperma lambat. Sedangkan faktor yang ditimbulkan dari isteri ialah
endometriosis, lalu radang atau infeksi pada organ reproduksi misalnya, saluran
tuba fallopi tersumbat, gangguan ovulasi, rahim tidak normal, antibodi anti
sperma pada tubuh ibu atau radang panggul
b.
Tahap pertama, yaitu
tahap induksi ovulasi.
Tahap kedua,
yaitu tahap pengambilan sel telur.
Tahap ketiga, yaitu
fertilisasi sel telur.
Tahap keempat,
yaitu transfer embrio
c.
Berpengaruh terhadap penyakit
jantung, asma, dan autis
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.2010.”http://health.kompas.com/read/2010/06/16/16150036/Kapan.Perlu.Program.Bayi.Tabung”.Diakses
Tanggal 27 Maret 2014
Corabian, P. (1997). In vitro
fertilization and embrio transfer as a treatment for infertility - Technology
Assessment Report. Alberta Heritage Foundation for Medical Research.
Henkel, R. R. and
Schill, W. B., (2003). Sperm preparation for ART. Reprod Biol Endocrinol. 1,
108.
Paladin, (1971). Human
Reproduction from the Science Journal. Granada. London.
LAMPIRAN
Gambar 1.
Perkembangan sel telur dimulai dari proses pematangan dalam ovarium.

(Sumber: Paladin, 1971)
Gambar 2. Teknik Fertilisasi In Vitro dan Transplantasi Embrio

BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Ilmu
pengetahuan dan teknologi di bidang biologi yang berkembang sangat cepat
ternyata menimbulkan berbagai tanggapan di kalangan masyarakat. Ada sebagian
masyarakat yang setuju namun ada sebagian pula yang menentang hal itu. Kesan
pro dan kontra merupakan tanggapan dari munculnya teknologi-teknologi baru.
Misalnya, IVF ( In Vitro Fertilization ) adalah
metode medis yang digunakan dalam menyatukan sel telur dan sel sperma sehingga
dapat membantu pasangan suami isteri yang infertil dalam memperoleh keturunan
contohnya dalam pembuatan bayi tabung. Berbagai
perkembangan teknologi inilah yang mengakibatkan banyak perubahan yang dapat
mempengaruhi kehidupan manusia. Secara mendasar ,teknik IVF dikembangkan untuk
menolong pasangan suami isteri yang mengalami infertilitas agar dapat
memperoleh keturunan.Namun pada perkembangannya, teknik IVF memungkinkan
manusia untuk memanifulasi sifat – sifat genetik bahkan menentukan jenis
kelamin keturunannya.
Sejauh
teknik IVF dilaksanakan hanya untuk menolong pasutri yang sungguh- sungguh membutuhkan pertolongan dalam
masalah reproduksinya, teknik ini dapat diterima
secara etis. Dengan memperoleh keturunan, sisi kemanusiaan pasangan suami isteri yang bersangkutan
akan meningkat dan teknik tersebut sama sekali tidak mengurangi nilai kemanusiaan anak yang akan dilahirkan karena
proses yang terjadi di luar
tubuh hanyalah pembuahan sel telur
oleh sel sperma, sedangkan proses selanjutnya
terjadi di dalam tubuh ibu seperti
halnya kehamilan normal.
Oleh
karena itu, kita sebagai manusia harus bisa bijak dalam menanggapi permasalahan
tersebut sehingga tidak terjadi pro dan kontra terhadap teknik yang digunakan
untuk melakukan proses bayi tabung.
B. Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah dari makalah In Vitro
Fertilization adalah sebagai berikut:
1.
Apa faktor penyebab dilakukan bayi
tabung ?
2.
Tahapan apa saja yang harus
dilakukan dalam teknik pembutan bayi tabung?
3.
Bagaimana pengaruh proses bayi
tabung terhadap bayi yang dilahirkan ?
C. Tujuan
Adapun Tujuan dari makalah In Vitro Fertilization
adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui penyebab dilakukan
bayi tabung
2.
Untuk menjelaskan tahapan pada
teknik bayi tabung
3.
Untuk mengetahui pengaruh proses
bayi tabung terhadap bayi yang dilahirkan
BAB II
LANDASAN TEORI
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Bayi Tabung
Bayi tabung atau IVF ( In Vitro
Fertilization ) adalah sebuah teknik pembuahan sel telur dengan fertilisasi yang terjadi di luar tubuh wanita.
Teknik ini merupakan suatu cara untuk
mengatasi masalah kesuburan apabila cara penangan lainnya tidak berhasil.
IVF merupakan metode medis yang
digunakan dalam menyatukan sel telur dan sel sperma
sehingga dapat membantu pasangan suami isteri yang infertil dalam memperoleh keturunan.Dalam
aplikasinya, teknik IVF perlu mempertimbangkan tingkat
kesuksesan. Definisi tingkat kesuksesan dalam IVF adalah jumlah kehamilan yang diperoleh setelah aplikasi IVF
dibagi dengan jumlah aplikasi IVF yang telah dilakukan
untuk mendapatkan kehamilan. Ada beberapa variasi dalam perhitungan ini. Jumlah kehamilan yang diperoleh setelah
aplikasi IVF dapat dihitung yang menghasilkan
kelahiran hidup saja, maupun jumlah keseluruhan termasuk kelahiran mati. Sedangkan jumlah aplikasi IVF
yang telah dilakukan biasanya ditentukan berdasarkan
siklus IVF-ET termasuk teknik IVF itu sendiri sampai pemindahan embrio ke dalam rahim.
Secara statistik, teknik
IVF-ET dapat meningkatkan angka kehamilan pada pasien yang mengalami masalah infertilitas penyumbatan saluran
Fallopi secara signifikan jika
dibandingkan dengan teknik perawatan konvensional yang lainnya. Kehamilan spontan yang terjadi pada pasien
dengan penyumbatan saluran Fallopi memiliki tingkat
kelahiran hidup 1,4%, sedangkan dengan teknik IVF sekitar 8% - 12% per siklus perawatan (Corabian, 1997).
B. Faktor – faktor yang Menyebabkan
Dilakukan Bayi Tabung
Banyak faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri
melakukan program bayi tabung, faktor ini bisa disebabkan dari suami maupun
isteri. Adapun faktor dari suami ialah gangguan pada pada testis, sehingga
terjadi perubahan jumlah serta bentuk sperma, masalah ereksi dan ejakulasi
dini,saluran sperma tersumbat,pergerakan sperma lambat. Sedangkan faktor yang
ditimbulkan dari isteri ialah endometriosis, lalu radang atau infeksi pada
organ reproduksi misalnya, saluran tuba fallopi tersumbat, gangguan ovulasi,
rahim tidak normal, antibodi anti sperma pada tubuh ibu atau radang panggul(
Anonim,2010 )
C. Pengaruh Proses Bayi Tabung Terhadap
Anak yang Dilahirkan
Adapun Pengaruh Program bayi tabung terhadap beberapa
penyakit yaitu :
a.
Penyakit Jantung
Dari
hasil sebuah penelitian, ditemukan bahwa, resiko untuk terkena penyakit jantung
pada saat dewasa, lebih besar pada bayi yang lahir melalui prosedur bayi
tabung.
Ilmuwan di Swiss melakukan perbandingan pada 57 anak yang
dikandung secara alami dengan 64 anak yang lahir lewat prosedur bayi tabung.
Dalam penelitian ditemukan bahwa sebanyak 30% dari jumlah peserta bayi tabung
memiliki kekakuan pembuluh darah yang tinggi dan tekanan arteri di paru-paru.
David Celermajer, profesor kardiologi di University
of Sydney Medical School mengatakan bahwa “prosedur bayi tabung sampai
saat ini telah banyak memberi orangtua anak-anak yang sehat dan besar. Jika ada
sinyal masalah, anak-anak ini mungkin akan mengidap penyakit jantung lebih
dini, yaitu di usia 50-an atau 60-an, bukan di usia 70 atau 80-an tahun.”
Para ilmuwan di Bern University Hospitalyang
memimpin peneliti mengungkapkan bahwa peningkatan resiko untuk terkena serangan
jantung merupakan suatu akibat dari proses kimia yang terjadi pada saat embrio
masih berada dalam cawan petri. Diperkirakan bahwa beberapa gen dipengaruhi
oleh bahan kimia yang digunakan dalam pembuahan. Namun, tanda-tanda genetic
yang sama juga ditemukan oelh para peneliti.
b.
Penyakit
Asma
sebuah studi baru
dari Inggris mengungkapkan bahwa anak yang terlahir dari metode kesuburan
seperti IVF ini berpeluang lebih tinggi untuk terserang asma.
Selain itu, anak – anak ini juga
empat kali lebih mungkin membutuhkan obat – obatan anti asma.Padahal hal ini
dapat mengindikasikan tingkat keparahan asma yang lebih tinggi. Beruntung
peneliti juga menemukan risiko asmanya akan menurun ketika anak mencapai usia 7
tahun.
c.
Autis
Sebagaimana dilansir dari Red Orbit, penelitian
yang berdasarkan data dari tahun 1982-2007 itu melibatkan 2,5 juta kelahiran
bayi di Swedia. Peneliti juga menganalisis apakah anak-anak tersebut
didiagnosis menderita autis atau cacat intelektual.
Hasilnya,
sebanyak 1,2 persen anak yang dilahirkan dari program bayi tabung. Autisme juga
ditemukan pada 1,5 persen anak yang lahir melalui program bayi tabung.
Peneliti juga
menambahkan jika janin hasil program bayi tabung dilahirkan secara prematur,
risiko anak menderita autis semakin meningkat.
"Penting
bagi orang tua yang memilih jalan program bayi tabung untuk menjaga kesehatan
dan janin dalam kandungan sampai proses kelahiran. Sebab beberapa prosedur bayi
tabung bisa meningkatkan risiko autis," terang penulis peneliti Dr Avi
Reichenberg.
Hasil penelitian kemudian diterbitkan dalam Journal of the American Medical
Association
BAB III
METODE KERJA
Secara teknis, IVF dibagi menjadi 4
(empat) tahap berikut:
a. Tahap pertama, yaitu
tahap induksi ovulasi.
Pada tahap ini dilakukan stimulasi
pertumbuhan sel telur sebanyak mungkin yang dilakukan dengan pemberian Follicle
Stimulating Hormone (FSH) .Saat ini, FSH telah dimurnikan dan diperbanyak
dengan teknologi rekombinasi DNA, misalnya nama dagang Gonal, sehingga dapat
digunakan untuk membantu stimulasi pertumbuhan sel telur pada perempuan yang
kekurangan hormon FSH. Setelah dihasilkan cukup banyak sel telur, diberikan
hormon human Chorion Gonadotropin (HCG) untuk menstimulasi pelepasan sel
telur yang matang. Seperti halnya FSH, HCG juga telah diproduksi dengan
teknologi rekombinasi DNA, misalnya Ovidrel yang dapat diinjeksikan langsung ke
jaringan di bawah kulit. Jika tidak terdapat sel telur yang matang, maturasi
satu atau lebih sel telur dapat dilakukan dengan menggunakan metode OS (Ovarian
Stimulation).
b. Tahap kedua, yaitu
tahap pengambilan sel telur.
Pada tahap ini, hasil pematangan sel
telur dari ovarium diamati, misalnya
dengan menggunakan metode laparoskopi atau
metode vaginal ultrasonik Sel telur yang telah matang akan diambil dari ovarium
dengan menggunakan jarum yang runcing, kemudian dipindahkan ke dalam cawan
petri yang telah berisi medium pertumbuhan.
c. .Tahap
ketiga, yaitu fertilisasi sel telur.
Pada tahap ini, sel sperma
motil yang telah diperoleh dari metode swim-up (Henkel
dan Schill, 2003) dimasukkan ke dalam cawan Petri yang telah berisi sel
telur, kemudian disimpan di dalam inkubator. Pemeriksaan gamet dilakukan pada
interval waktu antara fertilisasi dan maturasi Setelah terjadi fertilisasi,
embrio dibiarkan di dalam inkubator selama 3 – 5 hari.
d. Tahap
keempat, yaitu transfer embrio
Tahap ini merupakan tahap akhir,
berupa pengembalian embrio hasil fertilisasi yang telah mencapai tahap blastula
Embrio ditransplantasikan ke dalam rahim melalui kateter Teflon tanpa
pembiusan. Dengan cara ini pasien dapat kembali ke rumah segera setelah
transfer embrio. Untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, maka beberapa
embrio ditransplantasikan ke dalam rahim (Corabian,
1997).
BAB IV
KESIMPULAN
a.
Banyak
faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri melakukan program bayi tabung,
faktor ini bisa disebabkan dari suami maupun isteri. Adapun faktor dari suami
ialah gangguan pada pada testis, sehingga terjadi perubahan jumlah serta bentuk
sperma, masalah ereksi dan ejakulasi dini,saluran sperma tersumbat,pergerakan
sperma lambat. Sedangkan faktor yang ditimbulkan dari isteri ialah
endometriosis, lalu radang atau infeksi pada organ reproduksi misalnya, saluran
tuba fallopi tersumbat, gangguan ovulasi, rahim tidak normal, antibodi anti
sperma pada tubuh ibu atau radang panggul
b.
Tahap pertama, yaitu
tahap induksi ovulasi.
Tahap kedua,
yaitu tahap pengambilan sel telur.
Tahap ketiga, yaitu
fertilisasi sel telur.
Tahap keempat,
yaitu transfer embrio
c.
Berpengaruh terhadap penyakit
jantung, asma, dan autis
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.2010.”http://health.kompas.com/read/2010/06/16/16150036/Kapan.Perlu.Program.Bayi.Tabung”.Diakses
Tanggal 27 Maret 2014
Corabian, P. (1997). In vitro
fertilization and embrio transfer as a treatment for infertility - Technology
Assessment Report. Alberta Heritage Foundation for Medical Research.
Henkel, R. R. and
Schill, W. B., (2003). Sperm preparation for ART. Reprod Biol Endocrinol. 1,
108.
Paladin, (1971). Human
Reproduction from the Science Journal. Granada. London.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar