Minggu, 05 April 2015

Makalah Bayi Tabung

                                                            BAB I
                                                 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biologi yang berkembang sangat cepat ternyata menimbulkan berbagai tanggapan di kalangan masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang setuju namun ada sebagian pula yang menentang hal itu. Kesan pro dan kontra merupakan tanggapan dari munculnya teknologi-teknologi baru. Misalnya, IVF ( In Vitro Fertilization ) adalah metode medis yang digunakan dalam menyatukan sel telur dan sel sperma sehingga dapat membantu pasangan suami isteri yang infertil dalam memperoleh keturunan contohnya dalam pembuatan bayi tabung.     Berbagai perkembangan teknologi inilah yang mengakibatkan banyak perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Secara mendasar ,teknik IVF dikembangkan untuk menolong pasangan suami isteri yang mengalami infertilitas agar dapat memperoleh keturunan.Namun pada perkembangannya, teknik IVF memungkinkan manusia untuk memanifulasi sifat – sifat genetik bahkan menentukan jenis kelamin keturunannya.
                        Sejauh teknik IVF dilaksanakan hanya untuk menolong pasutri yang sungguh-       sungguh membutuhkan pertolongan dalam masalah reproduksinya, teknik ini dapat diterima secara etis. Dengan memperoleh keturunan, sisi kemanusiaan pasangan            suami isteri  yang  bersangkutan akan meningkat dan teknik tersebut sama sekali tidak         mengurangi nilai kemanusiaan anak yang akan dilahirkan karena proses yang terjadi           di luar tubuh        hanyalah pembuahan sel telur oleh sel sperma, sedangkan proses      selanjutnya terjadi di   dalam tubuh ibu seperti halnya kehamilan normal.
            Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus bisa bijak dalam menanggapi permasalahan tersebut sehingga tidak terjadi pro dan kontra terhadap teknik yang digunakan untuk melakukan proses bayi tabung.







B.     Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah dari makalah In Vitro Fertilization adalah sebagai berikut:
1.      Apa faktor penyebab dilakukan bayi tabung ?
2.      Tahapan apa saja yang harus dilakukan dalam teknik pembutan bayi tabung?
3.      Bagaimana pengaruh proses bayi tabung terhadap bayi yang dilahirkan ?
C.    Tujuan
Adapun Tujuan dari makalah In Vitro Fertilization adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui penyebab dilakukan bayi tabung
2.      Untuk menjelaskan tahapan pada teknik bayi tabung
3.      Untuk mengetahui pengaruh proses bayi tabung terhadap bayi yang dilahirkan
















BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Pengertian Bayi Tabung
            Bayi tabung atau IVF ( In Vitro Fertilization ) adalah sebuah teknik pembuahan sel           telur dengan fertilisasi yang terjadi di luar tubuh wanita. Teknik ini merupakan suatu      cara untuk mengatasi masalah kesuburan apabila cara penangan lainnya tidak               berhasil.
            IVF merupakan metode medis yang digunakan dalam menyatukan sel telur dan sel            sperma sehingga dapat membantu pasangan suami isteri yang infertil dalam   memperoleh keturunan.Dalam aplikasinya, teknik IVF perlu mempertimbangkan        tingkat kesuksesan. Definisi tingkat kesuksesan dalam IVF adalah jumlah kehamilan             yang diperoleh setelah aplikasi IVF dibagi dengan jumlah aplikasi IVF yang telah dilakukan untuk mendapatkan kehamilan. Ada beberapa variasi dalam perhitungan   ini. Jumlah kehamilan yang diperoleh setelah aplikasi IVF dapat dihitung yang       menghasilkan kelahiran hidup saja, maupun jumlah keseluruhan termasuk kelahiran          mati. Sedangkan jumlah aplikasi IVF yang telah dilakukan biasanya ditentukan      berdasarkan siklus IVF-ET termasuk teknik IVF itu sendiri sampai pemindahan            embrio ke dalam rahim.
            Secara statistik, teknik IVF-ET dapat meningkatkan angka kehamilan pada pasien             yang mengalami masalah infertilitas penyumbatan saluran Fallopi secara signifikan    jika dibandingkan dengan teknik perawatan konvensional yang lainnya. Kehamilan           spontan yang terjadi pada pasien dengan penyumbatan saluran Fallopi memiliki          tingkat kelahiran hidup 1,4%, sedangkan dengan teknik IVF sekitar 8% - 12% per             siklus perawatan (Corabian, 1997).
B.     Faktor – faktor yang Menyebabkan Dilakukan Bayi Tabung
Banyak faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri melakukan program bayi tabung, faktor ini bisa disebabkan dari suami maupun isteri. Adapun faktor dari suami ialah gangguan pada pada testis, sehingga terjadi perubahan jumlah serta bentuk sperma, masalah ereksi dan ejakulasi dini,saluran sperma tersumbat,pergerakan sperma lambat. Sedangkan faktor yang ditimbulkan dari isteri ialah endometriosis, lalu radang atau infeksi pada organ reproduksi misalnya, saluran tuba fallopi tersumbat, gangguan ovulasi, rahim tidak normal, antibodi anti sperma pada tubuh ibu atau radang panggul( Anonim,2010 )
C.    Pengaruh Proses Bayi Tabung Terhadap Anak yang Dilahirkan
Adapun Pengaruh Program bayi tabung terhadap beberapa penyakit yaitu :
a.       Penyakit Jantung
Dari hasil sebuah penelitian, ditemukan bahwa, resiko untuk terkena penyakit jantung pada saat dewasa, lebih besar pada bayi yang lahir melalui prosedur bayi tabung.
Ilmuwan di Swiss melakukan perbandingan pada 57 anak yang dikandung secara alami dengan 64 anak yang lahir lewat prosedur bayi tabung. Dalam penelitian ditemukan bahwa sebanyak 30% dari jumlah peserta bayi tabung memiliki kekakuan pembuluh darah yang tinggi dan tekanan arteri di paru-paru.
David Celermajer, profesor kardiologi di University of Sydney Medical School mengatakan bahwa “prosedur bayi tabung sampai saat ini telah banyak memberi orangtua anak-anak yang sehat dan besar. Jika ada sinyal masalah, anak-anak ini mungkin akan mengidap penyakit jantung lebih dini, yaitu di usia 50-an atau 60-an, bukan di usia 70 atau 80-an tahun.”
Para ilmuwan di Bern University Hospitalyang memimpin peneliti mengungkapkan bahwa peningkatan resiko untuk terkena serangan jantung merupakan suatu akibat dari proses kimia yang terjadi pada saat embrio masih berada dalam cawan petri. Diperkirakan bahwa beberapa gen dipengaruhi oleh bahan kimia yang digunakan dalam pembuahan. Namun, tanda-tanda genetic yang sama juga ditemukan oelh para peneliti.

b.      Penyakit Asma
sebuah studi baru dari Inggris mengungkapkan bahwa anak yang terlahir dari metode kesuburan seperti IVF ini berpeluang lebih tinggi untuk terserang asma.
Selain itu, anak – anak ini juga empat kali lebih mungkin membutuhkan obat – obatan anti asma.Padahal hal ini dapat mengindikasikan tingkat keparahan asma yang lebih tinggi. Beruntung peneliti juga menemukan risiko asmanya akan menurun ketika anak mencapai usia 7 tahun.
c.       Autis
Sebagaimana dilansir dari Red Orbit, penelitian yang berdasarkan data dari tahun 1982-2007 itu melibatkan 2,5 juta kelahiran bayi di Swedia. Peneliti juga menganalisis apakah anak-anak tersebut didiagnosis menderita autis atau cacat intelektual.
Hasilnya, sebanyak 1,2 persen anak yang dilahirkan dari program bayi tabung. Autisme juga ditemukan pada 1,5 persen anak yang lahir melalui program bayi tabung.
Peneliti juga menambahkan jika janin hasil program bayi tabung dilahirkan secara prematur, risiko anak menderita autis semakin meningkat.
"Penting bagi orang tua yang memilih jalan program bayi tabung untuk menjaga kesehatan dan janin dalam kandungan sampai proses kelahiran. Sebab beberapa prosedur bayi tabung bisa meningkatkan risiko autis," terang penulis peneliti Dr Avi Reichenberg.
Hasil penelitian kemudian diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association


























BAB III
METODE KERJA
            Secara teknis, IVF dibagi menjadi 4 (empat) tahap berikut:
a.      Tahap pertama, yaitu tahap induksi ovulasi.
            Pada tahap ini dilakukan stimulasi pertumbuhan sel telur sebanyak mungkin yang dilakukan dengan pemberian Follicle Stimulating Hormone (FSH) .Saat ini, FSH telah dimurnikan dan diperbanyak dengan teknologi rekombinasi DNA, misalnya nama dagang Gonal, sehingga dapat digunakan untuk membantu stimulasi pertumbuhan sel telur pada perempuan yang kekurangan hormon FSH. Setelah dihasilkan cukup banyak sel telur, diberikan hormon human Chorion Gonadotropin (HCG) untuk menstimulasi pelepasan sel telur yang matang. Seperti halnya FSH, HCG juga telah diproduksi dengan teknologi rekombinasi DNA, misalnya Ovidrel yang dapat diinjeksikan langsung ke jaringan di bawah kulit. Jika tidak terdapat sel telur yang matang, maturasi satu atau lebih sel telur dapat dilakukan dengan menggunakan metode OS (Ovarian Stimulation).
b.      Tahap kedua, yaitu tahap pengambilan sel telur.
            Pada tahap ini, hasil pematangan sel telur dari ovarium diamati, misalnya dengan menggunakan metode laparoskopi atau metode vaginal ultrasonik Sel telur yang telah matang akan diambil dari ovarium dengan menggunakan jarum yang runcing, kemudian dipindahkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium pertumbuhan.
c.       .Tahap ketiga, yaitu fertilisasi sel telur.
            Pada tahap ini, sel sperma  motil yang telah diperoleh dari metode swim-up (Henkel dan Schill, 2003) dimasukkan ke dalam cawan Petri yang telah berisi sel telur, kemudian disimpan di dalam inkubator. Pemeriksaan gamet dilakukan pada interval waktu antara fertilisasi dan maturasi Setelah terjadi fertilisasi, embrio dibiarkan di dalam inkubator selama 3 – 5 hari.
d.      Tahap keempat, yaitu transfer embrio
            Tahap ini merupakan tahap akhir, berupa pengembalian embrio hasil fertilisasi yang telah mencapai tahap blastula Embrio ditransplantasikan ke dalam rahim melalui kateter Teflon tanpa pembiusan. Dengan cara ini pasien dapat kembali ke rumah segera setelah transfer embrio. Untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, maka beberapa embrio ditransplantasikan ke dalam rahim (Corabian, 1997).


































BAB IV
KESIMPULAN
a.       Banyak faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri melakukan program bayi tabung, faktor ini bisa disebabkan dari suami maupun isteri. Adapun faktor dari suami ialah gangguan pada pada testis, sehingga terjadi perubahan jumlah serta bentuk sperma, masalah ereksi dan ejakulasi dini,saluran sperma tersumbat,pergerakan sperma lambat. Sedangkan faktor yang ditimbulkan dari isteri ialah endometriosis, lalu radang atau infeksi pada organ reproduksi misalnya, saluran tuba fallopi tersumbat, gangguan ovulasi, rahim tidak normal, antibodi anti sperma pada tubuh ibu atau radang panggul
b.      Tahap pertama, yaitu tahap induksi ovulasi.
                        Tahap kedua, yaitu tahap pengambilan sel telur.
                        Tahap ketiga, yaitu fertilisasi sel telur.
                        Tahap keempat, yaitu transfer embrio
c.       Berpengaruh terhadap penyakit jantung, asma, dan autis














                                                            DAFTAR PUSTAKA
 Corabian, P. (1997). In vitro fertilization and embrio transfer as a treatment for infertility - Technology Assessment Report. Alberta Heritage Foundation for Medical Research.
Henkel, R. R. and Schill, W. B., (2003). Sperm preparation for ART. Reprod Biol Endocrinol. 1, 108.
Paladin, (1971). Human Reproduction from the Science Journal.  Granada.                            London.




















                           LAMPIRAN
Gambar 1. Perkembangan sel telur dimulai dari proses pematangan dalam ovarium.
http://ferrykarwur.i8.com/materi_bio/images/Picture2.gif
(Sumber: Paladin, 1971)
Gambar 2. Teknik Fertilisasi In Vitro dan Transplantasi Embrio
http://ferrykarwur.i8.com/materi_bio/images/Picture3.gif

















                                                             BAB I
                                                 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biologi yang berkembang sangat cepat ternyata menimbulkan berbagai tanggapan di kalangan masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang setuju namun ada sebagian pula yang menentang hal itu. Kesan pro dan kontra merupakan tanggapan dari munculnya teknologi-teknologi baru. Misalnya, IVF ( In Vitro Fertilization ) adalah metode medis yang digunakan dalam menyatukan sel telur dan sel sperma sehingga dapat membantu pasangan suami isteri yang infertil dalam memperoleh keturunan contohnya dalam pembuatan bayi tabung.     Berbagai perkembangan teknologi inilah yang mengakibatkan banyak perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Secara mendasar ,teknik IVF dikembangkan untuk menolong pasangan suami isteri yang mengalami infertilitas agar dapat memperoleh keturunan.Namun pada perkembangannya, teknik IVF memungkinkan manusia untuk memanifulasi sifat – sifat genetik bahkan menentukan jenis kelamin keturunannya.
                        Sejauh teknik IVF dilaksanakan hanya untuk menolong pasutri yang sungguh-       sungguh membutuhkan pertolongan dalam masalah reproduksinya, teknik ini dapat diterima secara etis. Dengan memperoleh keturunan, sisi kemanusiaan pasangan            suami isteri  yang  bersangkutan akan meningkat dan teknik tersebut sama sekali tidak         mengurangi nilai kemanusiaan anak yang akan dilahirkan karena proses yang terjadi           di luar tubuh        hanyalah pembuahan sel telur oleh sel sperma, sedangkan proses      selanjutnya terjadi di   dalam tubuh ibu seperti halnya kehamilan normal.
            Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus bisa bijak dalam menanggapi permasalahan tersebut sehingga tidak terjadi pro dan kontra terhadap teknik yang digunakan untuk melakukan proses bayi tabung.







B.     Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah dari makalah In Vitro Fertilization adalah sebagai berikut:
1.      Apa faktor penyebab dilakukan bayi tabung ?
2.      Tahapan apa saja yang harus dilakukan dalam teknik pembutan bayi tabung?
3.      Bagaimana pengaruh proses bayi tabung terhadap bayi yang dilahirkan ?
C.    Tujuan
Adapun Tujuan dari makalah In Vitro Fertilization adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui penyebab dilakukan bayi tabung
2.      Untuk menjelaskan tahapan pada teknik bayi tabung
3.      Untuk mengetahui pengaruh proses bayi tabung terhadap bayi yang dilahirkan
















BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Pengertian Bayi Tabung
            Bayi tabung atau IVF ( In Vitro Fertilization ) adalah sebuah teknik pembuahan sel           telur dengan fertilisasi yang terjadi di luar tubuh wanita. Teknik ini merupakan suatu      cara untuk mengatasi masalah kesuburan apabila cara penangan lainnya tidak               berhasil.
            IVF merupakan metode medis yang digunakan dalam menyatukan sel telur dan sel            sperma sehingga dapat membantu pasangan suami isteri yang infertil dalam   memperoleh keturunan.Dalam aplikasinya, teknik IVF perlu mempertimbangkan        tingkat kesuksesan. Definisi tingkat kesuksesan dalam IVF adalah jumlah kehamilan             yang diperoleh setelah aplikasi IVF dibagi dengan jumlah aplikasi IVF yang telah dilakukan untuk mendapatkan kehamilan. Ada beberapa variasi dalam perhitungan   ini. Jumlah kehamilan yang diperoleh setelah aplikasi IVF dapat dihitung yang       menghasilkan kelahiran hidup saja, maupun jumlah keseluruhan termasuk kelahiran          mati. Sedangkan jumlah aplikasi IVF yang telah dilakukan biasanya ditentukan      berdasarkan siklus IVF-ET termasuk teknik IVF itu sendiri sampai pemindahan            embrio ke dalam rahim.
            Secara statistik, teknik IVF-ET dapat meningkatkan angka kehamilan pada pasien             yang mengalami masalah infertilitas penyumbatan saluran Fallopi secara signifikan    jika dibandingkan dengan teknik perawatan konvensional yang lainnya. Kehamilan           spontan yang terjadi pada pasien dengan penyumbatan saluran Fallopi memiliki          tingkat kelahiran hidup 1,4%, sedangkan dengan teknik IVF sekitar 8% - 12% per             siklus perawatan (Corabian, 1997).
B.     Faktor – faktor yang Menyebabkan Dilakukan Bayi Tabung
Banyak faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri melakukan program bayi tabung, faktor ini bisa disebabkan dari suami maupun isteri. Adapun faktor dari suami ialah gangguan pada pada testis, sehingga terjadi perubahan jumlah serta bentuk sperma, masalah ereksi dan ejakulasi dini,saluran sperma tersumbat,pergerakan sperma lambat. Sedangkan faktor yang ditimbulkan dari isteri ialah endometriosis, lalu radang atau infeksi pada organ reproduksi misalnya, saluran tuba fallopi tersumbat, gangguan ovulasi, rahim tidak normal, antibodi anti sperma pada tubuh ibu atau radang panggul( Anonim,2010 )
C.    Pengaruh Proses Bayi Tabung Terhadap Anak yang Dilahirkan
Adapun Pengaruh Program bayi tabung terhadap beberapa penyakit yaitu :
a.       Penyakit Jantung
Dari hasil sebuah penelitian, ditemukan bahwa, resiko untuk terkena penyakit jantung pada saat dewasa, lebih besar pada bayi yang lahir melalui prosedur bayi tabung.
Ilmuwan di Swiss melakukan perbandingan pada 57 anak yang dikandung secara alami dengan 64 anak yang lahir lewat prosedur bayi tabung. Dalam penelitian ditemukan bahwa sebanyak 30% dari jumlah peserta bayi tabung memiliki kekakuan pembuluh darah yang tinggi dan tekanan arteri di paru-paru.
David Celermajer, profesor kardiologi di University of Sydney Medical School mengatakan bahwa “prosedur bayi tabung sampai saat ini telah banyak memberi orangtua anak-anak yang sehat dan besar. Jika ada sinyal masalah, anak-anak ini mungkin akan mengidap penyakit jantung lebih dini, yaitu di usia 50-an atau 60-an, bukan di usia 70 atau 80-an tahun.”
Para ilmuwan di Bern University Hospitalyang memimpin peneliti mengungkapkan bahwa peningkatan resiko untuk terkena serangan jantung merupakan suatu akibat dari proses kimia yang terjadi pada saat embrio masih berada dalam cawan petri. Diperkirakan bahwa beberapa gen dipengaruhi oleh bahan kimia yang digunakan dalam pembuahan. Namun, tanda-tanda genetic yang sama juga ditemukan oelh para peneliti.

b.      Penyakit Asma
sebuah studi baru dari Inggris mengungkapkan bahwa anak yang terlahir dari metode kesuburan seperti IVF ini berpeluang lebih tinggi untuk terserang asma.
Selain itu, anak – anak ini juga empat kali lebih mungkin membutuhkan obat – obatan anti asma.Padahal hal ini dapat mengindikasikan tingkat keparahan asma yang lebih tinggi. Beruntung peneliti juga menemukan risiko asmanya akan menurun ketika anak mencapai usia 7 tahun.
c.       Autis
Sebagaimana dilansir dari Red Orbit, penelitian yang berdasarkan data dari tahun 1982-2007 itu melibatkan 2,5 juta kelahiran bayi di Swedia. Peneliti juga menganalisis apakah anak-anak tersebut didiagnosis menderita autis atau cacat intelektual.
Hasilnya, sebanyak 1,2 persen anak yang dilahirkan dari program bayi tabung. Autisme juga ditemukan pada 1,5 persen anak yang lahir melalui program bayi tabung.
Peneliti juga menambahkan jika janin hasil program bayi tabung dilahirkan secara prematur, risiko anak menderita autis semakin meningkat.
"Penting bagi orang tua yang memilih jalan program bayi tabung untuk menjaga kesehatan dan janin dalam kandungan sampai proses kelahiran. Sebab beberapa prosedur bayi tabung bisa meningkatkan risiko autis," terang penulis peneliti Dr Avi Reichenberg.
Hasil penelitian kemudian diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association


























BAB III
METODE KERJA
            Secara teknis, IVF dibagi menjadi 4 (empat) tahap berikut:
a.      Tahap pertama, yaitu tahap induksi ovulasi.
            Pada tahap ini dilakukan stimulasi pertumbuhan sel telur sebanyak mungkin yang dilakukan dengan pemberian Follicle Stimulating Hormone (FSH) .Saat ini, FSH telah dimurnikan dan diperbanyak dengan teknologi rekombinasi DNA, misalnya nama dagang Gonal, sehingga dapat digunakan untuk membantu stimulasi pertumbuhan sel telur pada perempuan yang kekurangan hormon FSH. Setelah dihasilkan cukup banyak sel telur, diberikan hormon human Chorion Gonadotropin (HCG) untuk menstimulasi pelepasan sel telur yang matang. Seperti halnya FSH, HCG juga telah diproduksi dengan teknologi rekombinasi DNA, misalnya Ovidrel yang dapat diinjeksikan langsung ke jaringan di bawah kulit. Jika tidak terdapat sel telur yang matang, maturasi satu atau lebih sel telur dapat dilakukan dengan menggunakan metode OS (Ovarian Stimulation).
b.      Tahap kedua, yaitu tahap pengambilan sel telur.
            Pada tahap ini, hasil pematangan sel telur dari ovarium diamati, misalnya dengan menggunakan metode laparoskopi atau metode vaginal ultrasonik Sel telur yang telah matang akan diambil dari ovarium dengan menggunakan jarum yang runcing, kemudian dipindahkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium pertumbuhan.
c.       .Tahap ketiga, yaitu fertilisasi sel telur.
            Pada tahap ini, sel sperma  motil yang telah diperoleh dari metode swim-up (Henkel dan Schill, 2003) dimasukkan ke dalam cawan Petri yang telah berisi sel telur, kemudian disimpan di dalam inkubator. Pemeriksaan gamet dilakukan pada interval waktu antara fertilisasi dan maturasi Setelah terjadi fertilisasi, embrio dibiarkan di dalam inkubator selama 3 – 5 hari.
d.      Tahap keempat, yaitu transfer embrio
            Tahap ini merupakan tahap akhir, berupa pengembalian embrio hasil fertilisasi yang telah mencapai tahap blastula Embrio ditransplantasikan ke dalam rahim melalui kateter Teflon tanpa pembiusan. Dengan cara ini pasien dapat kembali ke rumah segera setelah transfer embrio. Untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, maka beberapa embrio ditransplantasikan ke dalam rahim (Corabian, 1997).


































BAB IV
KESIMPULAN
a.       Banyak faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri melakukan program bayi tabung, faktor ini bisa disebabkan dari suami maupun isteri. Adapun faktor dari suami ialah gangguan pada pada testis, sehingga terjadi perubahan jumlah serta bentuk sperma, masalah ereksi dan ejakulasi dini,saluran sperma tersumbat,pergerakan sperma lambat. Sedangkan faktor yang ditimbulkan dari isteri ialah endometriosis, lalu radang atau infeksi pada organ reproduksi misalnya, saluran tuba fallopi tersumbat, gangguan ovulasi, rahim tidak normal, antibodi anti sperma pada tubuh ibu atau radang panggul
b.      Tahap pertama, yaitu tahap induksi ovulasi.
                        Tahap kedua, yaitu tahap pengambilan sel telur.
                        Tahap ketiga, yaitu fertilisasi sel telur.
                        Tahap keempat, yaitu transfer embrio
c.       Berpengaruh terhadap penyakit jantung, asma, dan autis














                                                            DAFTAR PUSTAKA
 Corabian, P. (1997). In vitro fertilization and embrio transfer as a treatment for infertility - Technology Assessment Report. Alberta Heritage Foundation for Medical Research.
Henkel, R. R. and Schill, W. B., (2003). Sperm preparation for ART. Reprod Biol Endocrinol. 1, 108.
Paladin, (1971). Human Reproduction from the Science Journal.  Granada.                            London.




















                           











































Tidak ada komentar:

Posting Komentar